Gerilya Calon Presiden Menuju Panggung 2014

TEMPO.CO, Jakarta- Pertarungan memperebutkan kursi RI-1 pada 2012 diperkirakan akan panas. Menjadi presiden dua periode, Susilo Bambang Yudhoyono tak lagi mencalonkan diri. Kesempatan itu membuat sejumlah nama mulai bergerilya

Sedikitnya ada sepuluh nama beken yang disebut-sebut calon kuat, versi lembaga survei. Nama itu , semacam Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, Ani Yudhoyono, Dahlan Iskan, Muhammad Mahfud Mahfuddin (Mahfud Md) dan Puan Maharani.

Dari nama-nama itu, Aburizal, Hatta, dan Prabowo yang sudah terang-terangan. Mereka rajin beriklan di media massa. Sejak awal 2011, spanduk dan baliho memampangkan foto Aburizal Bakrie mewartakan program Partai Golkar membangkitkan usaha kecil. Baliho itu muncul serentak di pelosok kampung di 33 provinsi.

Ini proyek yang digarap dengan modal jumbo. Golkar menyewa Denny Januar Aly, bos Lingkaran Survei Indonesia, untuk menjadi konsultan guna memoles Aburizal. "Waktu itu Golkar dan Ical berada di urutan tiga dan tujuh," kata Denny seperti dikutip laporan utama majalah Tempo edisi 30 April 2012 (Baca: Pertarungan Kecil Menuju 2014).

Ia mengklaim program "Golkar Bangkit Bersama UKM" telah menaikkan popularitas Golkar. Itu terbukti, kata dia, dengan naiknya posisi Aburizal dalam survei. Apalagi Aburizal sendiri punya proyek "Bakrie Mikrofinance", yang diluncurkan Desember lalu.

Proyek keluarga Bakrie ini memberikan pinjaman Rp 1 juta per orang untuk modal usaha. Konsepnya meniru Grameen Bank yang digagas Muhammad Yunus di Bangladesh. Sejak diluncurkan, proyek Mikrofinance sudah menjaring 6.000 orang di sepuluh provinsi tempat 70 persen pemilih: di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Proyek yang digarap Denny hari-hari ini adalah mendekatkan citra Aburizal dengan budaya Jawa. Ia membuat iklan ucapan selamat dalam boso Jowo. Aburizal sadar bakal kesulitan menggaet pemilih terbesar di Indonesia ini. Hambatan lain adalah semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang berkaitan dengan perusahaan keluarganya. Menurut Denny, dua kelemahan itu akan diatasi dengan memilih wakil presiden yang sesuai. 

Jusuf Kalla masih berminat maju dalam pemilihan. Pada 2009, Kalla, yang berpasangan dengan Wiranto, kalah telak oleh Yudhoyono. Walau sejumlah survei masih menempatkan Ketua Palang Merah Indonesia ini di urutan atas, dukungan Golkar mengempis. "JK tak akan dicalonkan Golkar," ujar Fahmi Idris, anggota Dewan Penasihat Golkar.

Menurut Fahmi, yang jadi anggota tim sukses Kalla pada 2009, beberapa partai sudah mendekati bekas wakil presiden itu. Sejauh ini, baru Partai Persatuan Pembangunan yang resmi menyebutkan namanya, walau dia bukan satu-satunya. Kepada Tempo, Kalla mengatakan Demokrat juga tak menutup kemungkinan mendukung. "Beberapa kali saya ketemu SBY," katanya. "Dan saya punya hubungan baik dengan siapa pun."

Nama lainnya yang bergerila menjadi calon presiden adalah Prabowo Subianto. Pendiri partai Gerindra itu Jumat pekan lalu mengatakan siap mencalonkan diri "jika rakyat menghendaki". Untuk itu, ia mengatakan, "Saya akan terus turun ke rakyat untuk mendapat mandat."

Gerindra tak risau dengan dana. Sejak Prabowo diumumkan sebagai calon presiden pada November tahun lalu, Hashim Djojohadikusumo, adiknya yang pengusaha tambang itu, siap menyokong. Hashim bahkan sesumbar menyiapkan dana Rp 100 triliun untuk mendukung kakaknya. Soal ini,  Fadli Zon, Ketua Partai Gerindramengatakan, "Kami siap, tapi dananya tak sebesar itu."

BAGJA HIDAYAT | KARTIKA CANDRA | PRAMONO |ANGGA WIJAYA | ANANDA PUTRI 

Tulisan ini merupakan bagian dari laporan utama majalah Tempo pekan ini.

Berita Terpopuler Lainnya 

Mahfud Md Tunggu Mei 2013 untuk Maju Jadi Capres  

Dahlan Sungkan dengan SBY untuk Jadi Capres 

Inilah Pidato Lengkap Wapres Boediono Soal Pengeras Suara Masjid  

George Toisutta Bantah di Balik Video Porno Anggota DPR  

Wejangan Mega ke Jokowi-Ahok 

Sel Angie Tanpa AC, Toilet Pun 'Nyampur" 

Empat Tahun Bersama Barca, Guardiola Tetap 'Kering 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat