Gerindra Harus Bertanggung Jawab atas Insiden Papua

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Partai Gerindra dinilai harus bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di Papua dan menewaskan 19 orang. Partai tersebut diketahui memberikan dua rekomendasi dukungan kepada pasangan calon kepala daerah yang bertarung dalam pemilukada.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampow mengatakan kerusuhan itu bagaimanapun dipicu oleh partai. “Konflik internal telah bergeser jadi politik massa,” katanya saat dihubungi, Selasa (2/8).

Ia beranggapan kejadian ini seharusnya bisa menjadi hal yang dipikirkan dalam merancang UU Pemilukada. Menurutnya, jika ada partai bermasalah, sebaiknya dihapus saja dalam pencalonan. KPU yang tak berbuat banyak dinilainya ikut memperkeruh konflik.

“Artinya dalam banyak hal, KPU tidak mau terlibat dalam konflik partai, dia mengambil sikap ketidakpastian,” katanya. Dalam konteks kerusuhan Papua, KPU seolah tidak tahu harus menerima dan memutuskan rekomendasi yang mana. Dampaknya, konflik yang seharusnya bisa berhenti di internal partai semakin memanas.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat