Liputan6.com, Assam: Konflik ras ternyata telah terjadi selama bertahun-tahun di salah satu wilayah di India tanpa tersentuh. Seperti diwartakan Reuters, Senin (20/8), konflik antara kaum minoritas muslim India dan suku Bodo, suku asli di Assam, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
Konflik yang terjadi hampir 20 tahun itu terjadi karena suku Bodo merasa sebagai pemilik tanah Assam. Mereka tak menyukai pendatang baru, minoritas muslim India, yang datang ke tanah mereka.
Akibatnya, 180 ribu orang harus tinggal di tempat pengungsian. Namun, hingga kini, belum diketahui berapa jumlah korban jiwa akibat konflik tersebut.
Konflik itu telah menyebabkan warga dari kedua suku menderita. Sayangnya, tidak ada tindakan yang dilakukan pemerintah India atau pejabat setempat dalam menyelesaikan konflik.
"Pemerintah India tidak mencoba suatu cara untuk penyelesaian konflik. Mereka tidak peduli dengan nasib kaum minoritas seperti kami," kata Mohammad Alidivan, salah seorang muslim India.
Jika tidak diselesaikan, konflik itu dikhawatirkan akan kian besar. Bahkan, polisi ataupun tentara tidak dikirim untuk mengamnakan wilyah konflik. Situasi keamanan di wilayah itu hanya dilakukan polisi lokal yang diturunkan sangat terlambat.(BOG)

