Kenaikan BBM

Golkar Mulai Sibuk Cari Calon Wapres  

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengatakan partainya mulai sibuk mencari calon wakil presiden pendamping Aburizal Bakrie. Calon ini akan ditetapkan sebelum pemilu legislatif digelar. "Kami ingin membangun koalisi permanen," kata Tantowi, Selasa, 3 Juli 2012.

Dalam rapat pimpinan nasional ketiga di Hotel Aston Bogor, 29-30 Juni lalu, Golkar sepakat menyerahkan penentuan cawapres kepada Aburizal. Penetapannya akan dilakukan pada rapimnas keempat. Menurut Tantowi, rapimnas keempat bisa dilaksanakan akhir tahun atau pada tahun 2013.

Mengenai kriteria cawapres, rapimnas hanya memberi beberapa rekomendasi. Di antaranya memperhatian unsur kewilayahan, usia, dan ketokohan. Pendamping juga harus bisa mendongkrak suara Aburizal secara signifikan. Tokoh yang diangkat juga harus memiliki komitmen menyukseskan pemerintahan pada masa kepemimpinan Aburizal dan berwawasan keindonesiaan.

Selama ini sudah muncul beberapa nama pendamping Aburizal dalam rapimnas, seperti Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Sekretaris Jenderal Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono. Menurut Tantowi, nama-nama itu hanyalah usulan. "Keputusan tetap ada pada Aburizal," katanya.

Partai juga belum menentukan partai lain yang akan diajak untuk berkoalisi. Meski dalam beberapa survei suara partai berada di atas 20 persen dan memenuhi syarat untuk memajukan sendiri pasangan capres-cawapres, Golkar tetap akan membangun koalisi. Koalisi itu, kata dia, harus bekerja bersama menyukseskan pilpres. "Kami tak mau komitmen politik hanya terbangun di saat-saat akhir sebelum pilpres."

IRA GUSLINA SUFA

Berita Terpopuler Lainnya

Korupsi Al-Quran Ganggu Citra Golkar dan Ical

Saksi: PKS Pilih Jatah Proyek Ketimbang Duit

KPK Kembangkan Pengusutan Korupsi Al-Quran

Tiap Tahun, Proyek Quran Dikerjakan Satu Pengusaha

Ical Tanggung Dana Kampanye Golkar?

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat