Golkar Optimistis Tidak Ada Kader yang Berpaling

Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekjen Partai Golkar Leo Nababan menyatakan optimistis tidak ada kader yang berpaling dan menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari partai lain.

"Golkar yakin tidak akan ada kader atau tokoh-tokohnya yang menjadi capres atau cawapres dari partai lain," ujar Leo di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Golkar menerapkan sanksi tegas bagi kadernya yang menjadi capres atau cawapres dari partai lain, yakni sanksi pemecatan.

"Kader Golkar merupakan kader yang taat azas dan mematuhi semua keputusan rapimnas," katanya.

Disinggung mengenai masih adanya kader Golkar yang aktif di organisasi masyarakat yang berbasis partai, Leo mengatakan bahwa hal itu akan menjadi urusan kader tersebut. "Yang pasti akan ada sanksi dari Golkar."


Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan, sebaiknya Partai Golkar tidak memecat Jusuf Kalla apabila nanti ada yang mencalonkannya untuk menjadi presiden.

"Hak setiap warga negara untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Jusuf Kalla `kan juga punya hak untuk itu, apalagi pengalaman dia sebagai wakil presiden," kata Akbar.

Partai Golkar pada Minggu (1/7) mendeklarasikan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Pendeklarasian yang dilakukan dua tahun sebelum pelaksanaan pemilu tersebut merupakan keputusan dari rapimnas yang dilangsungkan di Bogor pada Jumat (29/6) hingga Sabtu (30/6).

Beberapa kader Golkar disebut sejumlah pengamat berpeluang untuk menjadi capres atau cawapres dari partai lain seperti Jusuf Kalla, Agung Laksono, Fadel Muhammad hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.