Kuala Lumpur (AFP/ANTARA) – Google mulai membatasi akses di Malaysia untuk film anti-Islam yang menyebabkan kemarahan di kalangan umat Muslim dunia setelah pihak yang mengurus Internet negara itu mengajukan sebuah pengaduan resmi.
Film beranggaran rendah yang berjudul ‘Innocence of Muslims’ itu, menyebabkan kemarahan bagi umat Islam karena menghina Nabi Muhammad, dan menggambarkan umat Muslim sebagai umat yang tidak bermoral serta melakukan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.
Seorang juru bicara situs berbagi video, YouTube, yang dimiliki oleh perusahaan Internet terbesar Google, pada Senin mengatakan kepada AFP bahwa mereka mulai melarang akses penayangan film yang diproduksi secara pribadi tersebut pada Minggu, sesuai dengan pedoman masyarakatnya.
“Ketika terdapat video yang melanggar aturan, kami menghapusnya. Tempat kami meluncurkan YouTube secara lokal dan kami diperingatkan bahwa sebuah video dianggap ilegal di negara tersebut, kami akan melarang untuk mengaksesnya setelah dilakukan peninjauan menyeluruh,” ujarnya.
Komisi Telekomunikasi dan Mutimedia Malaysia (MCMC) dilaporkan telah meminta Google pada Sabtu untuk menghapus video film kontroversial tersebut dari YouTube, yang yakini telah diproduksi oleh sekelompok ekstremis Kristen di Amerika Serikat.
Beberapa ekstrak film itu masih tersedia di situs berbagi video tersebut pada Senin, namun beberapa video lainnya telah diblokir bagi para pengguna di negara yang mayoritas masyarakatnya merupakan Muslim tersebut.
Google juga menutup akses video tersebut di Indonesia, Libya, Mesir, dan India.
Di beberapa kota negara-negara Muslim, para pengunjuk rasa mengungkapkan kemarahan mereka terhadap film amatir tersebut dengan menargetkan simbol-simbol yang berpengaruh bagi AS mulai dari kedutaan, sekolah, hingga restoran cepat saji.
Duta besar AS untuk Libya, Chris Stevans, dan tiga pejabat AS lainnya tewas pada pekan lalu dalam sebuah serangan yang diduga dilakukan kelompok militan Islam terhadap konsulat AS di Benghazi dalam sebuah unjuk rasa terhadap film tersebut. 17 orang tewas dalam kekerasan tersebut.
Umat Muslim yang mengadakan unjuk rasa di Malaysia pada Jumat, mengimbau pemerintah AS untuk mencegah penyebaran film yang mereka anggap sebagai bagian dari rencana “kelompok ekstremis Kristen.”
Para menteri kabinet juga dilaporkan menuntut film tersebut agar ditutup serta mengecam YouTube karena “tidak sensitif” dan “tidak menyadari bahwa film itu telah menyebabkan kerusuhan.” (dh/ai)

