Berburu Harta Luthfi

Gubernur BI yang Baru Harus Mampu Kelola Moneter  

  • Emas Jatuh karena Pernyataan Bernanke Bervariasi

    Antara

    Chicago (ANATARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke membuat pernyataan bervariasi di hadapan Kongres. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,2 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.367,4 dolar AS per ounce. Ketua Fed Bernanke dalam kesaksiannya kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada Rabu mengatakan bahwa "kebijakan pengetatan moneter prematur

  • Perusahaan Besar Ini Memburu Orang Autis

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Di zaman modern, kendala fisik atau mental tidak lagi menjadi halangan mendapat pekerjaan. Kecanggihan teknologi memungkinkan orang-orang "spesial" ini berkarir sesuai kemampuannya. Bukan tak mungkin, ada potensi yang cukup besar dari orang-orang ini.Hal ini rupanya diendus oleh manajemen SAP AG, perusahaan piranti lunak (software) komputer yang bermarkas di kota Waldorf, Jerman. Produsen software bisnis ini berencana mempekerjakan ratusan orang autis karena ditengarai memiliki

  • Suku Bunga Tinggi, Perbanas Salahkan Masyarakat

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional atau Perbanas, Sigit Pramono, mengakui bahwa biaya operasional perbankan di Indonesia merupakan yang terbesar dibanding pesaingnya di Asia Tenggara. Hal ini, kata dia, dipengaruhi oleh luas wilayah Indonesia yang sangat besar. Dengan begitu, menambah pengeluaran biaya oleh pihak perbankan."Ukurannya bukan cuma Biaya Operasional saja. Jika melihat cost income ratio kita masih cukup kompetitif," ujar Sigit di Jakarta, Rabu (22/5),

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pelaku perbankan mengharapkan agar Gubernur Bank Indonesia yang baru mampu mengelola masalah terkait dengan moneter dan makro-prudensial yang baik. Gubernur BI juga harus terbuka dan bisa berkoordinasi secara baik dengan pengelola kebijakan fiskal lainnya, seperti Kementerian Keuangan.

"Selain pribadi yang berintegritas dan berindependensi tinggi, penguasaannya terhadap masalah pengelolaan moneter harus bisa diandalkan," kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, kepada Tempo, Selasa, 19 Februari 2013.

Menurut Eko, dengan keterbukaan dan koordinasi yang baik dengan pengelola fiskal, pengamanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berlangsung baik. "Dari unsur risiko pasar atau moneter maupun risiko penerimaan fiskal.”

Seperti diketahui, masa jabatan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution usai pada 22 Mei 2013. Sejumlah nama calon penggantinya pun mengemuka jelang pemilihan Gubernur BI.

Selain Darmin, sejumlah nama lain disebut-sebut berpotensi masuk dalam daftar calon yang diajukan Presiden ke DPR. Mereka, antara lain, Hartadi Sarwono dan Halim Alamsyah, yang kini menjabat Deputi Gubernur BI, Fuad Rahmany, yang kini menjabat Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dan Raden Pardede.

Senada, Direktur Utama Bank Nasional Indonesia Gatot Suwondo mengatakan, ke depan, sosok pemimpin Bank Indonesia harus memiliki latar belakang moneter dan fiskal. "Sebab, tugas perbankan nantinya akan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan. BI pada 2014 hanya mengurusi moneter," ujarnya.

Menurut Gatot, kapasitas calon, baik dari internal maupun luar Bank Indonesia, sama baiknya. "Orang-orang BI itu pintar semua. Semua disiapkan sesuai tugasnya selaku regulator. Tapi kalau boleh berpendapat, Pak Darmin sudah cocok (menjadi Gubernur BI)," ujarnya.

Hanya saja, kepemimpinan Darmin Nasution selama ini kurang komplet. Gatot menyarankan agar posisi-posisi kosong bisa diisi. "Pak Darmin kan hanya punya empat deputi, tidak punya deputi gubernur senior," ujarnya. "Tapi secara leadership, background studi, Pak Darmin sudah cocok," ujarnya.

Kemarin, Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho menyerahkan kepada pemangku kepentingan mengenai pemilihan gubernur BI yang baru. Yang terpenting, calon gubernur mampu mengelola kebijakan moneter yang baik untuk memastikan perekonomian stabil. "Ini yang perlu dilanjutkan, kepemimpinan dan kebijakan moneter yang baik, serta hubungan dengan perbankan yang kondusif," ujarnya.

AYU PRIMA SANDI

Baca juga

Dewan: Gubernur Jangan Cuma Kelalang-keliling

Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat