Gubernur: Heterogenitas Umat Jadi Tantangan Untuk Dikelola

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan heterogenitas umat beragam di wilayah ini merupakan suatu tantangan tersendiri untuk dikelola dengan baik.

"Heterogenitas ini menjadi kekuatan sekaligus kelemahan suatu bangsa," kata gubernur ketika meresmikan kantor dan rumah uskup Keusukupan Agung Semarang di Semarang, Senin.

Menurut dia, heterogenitas tersebut dipengaruhi oleh modernisasi, globalisasi serta demokrasi.

Ia menuturkan, agama berperan penting dalam upaya menjaga keharmonisan dan keutuhan negeri ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, pembangunan keagamaan harus dijiwai dan menjiwai Pancasila.

Keberadaan kantor dan rumah uskup ini, kata dia, juga memiliki peran penting sebagai sarana keagamaan untuk lebih menyemangati dalam melayani umat.

Sementara itu, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi meminta keberadaan gedung keuskupan yang baru ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk pelayanan umat Kristiani.

Menurut dia, keberadaan kantor dan rumah uskup ini menjadi bentuk realitas keberadaan gereja lokal di wilayah Keuskupan Agung Semarang.

"Gedung baru ini sebagai realitas gereja lokal yang bukan hanya sekadar organisasi duniawi," katanya.

Peresmian rumah dan kantor uskup Keuskupan Agung Semarang yang bertepatan dengan Hari Jadi Ke-72 Keuskupan Agung Semarang ini juga diisi dengan Misa Ekaristi di Katedral Semarang. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.