Gubernur Jabar Enggan Komentari Perusakan Baliho

Bekasi (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengaku tidak ingin memberikan komentar seputar upaya perusakan baliho yang memajang gambar dirinya di sejumlah lokasi di Cirebon oleh oknum masyarakat.

"Kalau masalah itu, tanya saja kepada komunitasnya," kata Heryawan usai berkunjung ke Masjid Hidayatul Muttaqin, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah yang akan dilakukannya terhadap pelaku perusakan tersebut, Heryawan tetap tidak bersedia menjawabnya dan menilai hal itu bukan urusan yang perlu dipikirkannya.

Puluhan baliho yang memajang wajah Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, di berbagai sudut Kota Cirebon, dirusak dengan cara dirobek menggunakan benda tajam oleh oknum warga pada Sabtu (14/4) dan Minggu (15/4) malam.

Dari total 41 buah gambar yang dipasang guna meningkatkan elektabilitas politisi PKS itu, 90 persen di antaranya kini dalam kondisi rusak akibat terkoyak benda tajam.

Aksi tersebut juga turut merugikan keuangan pemerintah daerah setempat, karena baliho yang rusak bukan hanya milik PKS, tetapi juga baliho yang dipasang Pemprov Jabar untuk sosialisasi program pembangunan.

Poster tersebut salah satunya berlokasi di Jalan Diponegoro Kota Cirebon dan Kanci Kabupaten Cirebon.

Poster di kedua lokasi itu baru sehari dipasang menggunakan pondasi besi dan coran langsung rusak dan dirobohkan.

Sejumlah pihak menduga, aksi tersebut berkaitan dengan rivalitas dalam Pilkada Gubernur Jabar yang diagendakan berlangsung pada awal 2013. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.