Berburu Harta Luthfi

Gubernur Sulsel Bantah Beras Thailand Menghilang

Laporan Wartawan Tribun Timur, Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kabar hilangnya sebanyak 98 ton beras impor asal Thailand yang dititipkan di gudang  Bulog Parepare membuat gerah Gubernur  Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Syahrul menganggap kabar tersebut tidak logis mengingat jumlah beras yang lenyap bukan dalam jumlah yang kecil.

Syahrul berjanji akan menelusuri sendiri jika kabar raibnya beras tersebut benar. Namun jika kabar tersebut tidak benar adanya, Syahrul mengaku tidak akan segan untuk meminta aparat kepolisian untuk
memeriksa penyebar kabar tersebut.

“Boleh nggak saya tau siapa yang menyebar informasi ini, saya mau ada yang bertanggung jawab atas informasi ini. kalau benar saya akan laporkan ini tapi kalau tidak benar akan saya minta diperiksa itu yang berikan informasinya,” kata Syahrul, Senin (30/4/2012).

Dari laporan yang ia terima, tidak ada laporan kehilangan sehingga ia pun mengaku heran dengan beredarnya kabar tersebut. Menurutnya, gudang Bulog tersebut adalah tempat penyimpanan untuk distribusi beras di wilayah timur Indonesia dan tidak bisa keluar tanpa ada
tandatangannya.

“Kalau ada seperti itu, musti ada pejabat yang dikenai sanksi. Kalau ada yang rusak dalam sistem itu saya akan suruh cari, harus ada pejabat yang bertanggungjawab,” katanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat