Gudang Amunisi Turki Meledak, 25 Tentara Tewas

TEMPO.CO, Ankara - Sebuah ledakan menghantam gudang penyimpan amunisi militer di sebelah barat Turki menyebabkan 25 tentara tewas dan empat lainnya cedera. Keterangan tersebut disampaikan Angkatan Bersenjata Turki kepada media, Kamis, 6 September 2012.

Ledakan yang berlangsung pada Rabu malam waktu setempat, 5 September 2012, terjadi di depot amunisi militer tempat menyimpan granat tangan di Provinsi Afyon.

Pejabat pemerintah Turki menolak anggapan bahwa insiden ledakan di gudang senjata tersebut merupakan bagian dari serangan teroris atau sabotase. "Kejadian ini benar-benar sebuah insiden," kata Veysel Eroglu, Menteri Lingkungan dan Kehutanan, dalam sebuah siaran televisi.

"Ledakan ini bukan akibat serangan teroris," tambahnya. Beberapa pejabat mengatakan, ledakan disebabkan oleh letupan api di dalam depot. Hampir seluruh anggota militer yang tewas dalam insiden tersebut diakibatkan menghirup udara beracun yang ditimbulkan oleh ledakan amunisi dan terperangkap dalam gedung ketika anggota pemadam kebakaran memadamkan api.

BBC melaporkan, tim rescue kesulitan menjangkau tentara karena banyak sekali granat tangan tergeletak di lantai sehingga dapat membahayakan jiwa mereka.

Koran setempat, Hurriyet, melaporkan indetifikasi korban tewas rasanya mustahil dilakukan karena ledakan terus terjadi. Kobaran api terus membumbung dan menyelimuti seluruh badan gedung selama berjam-jam. Sedangkan petugas emerjensi kesulitan menghadapi insiden ini sebab gudang tersebut merupakan tempat yang mendapatkan penjagaan ketat. Seluruh korban luka dilarikan ke rumah sakit militer untuk mendapatkan perawatan.

Beberapa saksi mata mengatakan, warga yang tinggal di ibu kota provinsi Afyonkarahisar, mendengar suara ledakan sehingga mereka berlari ke jalanan karena suara tersebut diyakini sebagai gempa bumi.

AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat