Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Gunakan Penghematan Subsidi BBM: Pemerintah Tunggu Ijin DPR

    • Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      Tempo
      Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      TEMPO.CO, Jakarta - Pada saat pasar uang domestik libur, nilai tukar rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) sempat ditransaksikan di atas level 9.400 per dolar Amerika Serikat, Jumat lalu, sebelum akhirnya ditutup di 9.395. Tingginya nilai tukar rupiah di pasar NDF akhir pekan lalu mengindikasikan bahwa tekanan rupiah masih cukup besar sehingga dapat kembali membebani apresiasi mata uang lokal pada awal pekan ini.

    • Perusahaan Harus Bayar Santunan Direktur Korban Sukhoi

      Perusahaan Harus Bayar Santunan Direktur Korban Sukhoi

      Antara
      Perusahaan Harus Bayar Santunan Direktur Korban Sukhoi

      Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penerbangan harus bertanggung jawab membayar santunan kecelakaan kerja atas korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak Bogor karena tidak mendaftarkan direkturnya dalam program Jamsostek. Ketum Federasi Serikat Pekerja BUMN Abdul Latief Algaff di Jakarta, Minggu, mengatakan tindakan perusahaan penerbangan yang mendaftarkan direkturnya dalam program Jamsostek setelah peristiwa kecelakaan merupakan tindakan tidak terpuji. "Terdapat unsur penipuan di …

    • Bank Syariah Diminta Permudah Pembiayaan Rumah

      Bank Syariah Diminta Permudah Pembiayaan Rumah

      Republika
      Bank Syariah Diminta Permudah Pembiayaan Rumah

      REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Bank syariah diminta untuk mempermudah persyaratan nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan rumah dengan prinsip syariah. Ahli ekonomi syariah Pakistan, Mufti Rafi Usmani, menilai saat ini pembiayaan rumah masih mempersulit nasabah.

    INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah belum bisa memastikan dana penghematan dari kenaikan BBM akan digunakan untuk pengembangan sektor infrastruktur energi. Hal itu sangat tergantung dari pembahasan dan keputusan DPR.

    Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Kamis (23/2/2012). "Semua itu akan dibahas di DPR, jadi itu nanti pembahasannya apakah akan digunakan untuk itu atau apa," kata Hatta.

    Hatta mengatakan bahwa kenaikan harga tidak bisa diputuskan begitu saja oleh pemerintah mengingat undang-undang APBN melarang hal itu. "Kita tidak bisa dong menaikan harga, karena dalam UU tidak boleh. Kita cek APBN-P dan harus kita refresh dulu," ujar Hatta.

    Anggota Komisi VII, Satya W Yudha pernah menyarankan kepada pemerintah agar penghematan dari kenaikan BBM subsidi sebaiknya untuk perbaikan infrastrktur disektor energi yang memang masih terbatas. "Saya kira yang harus dipikirkan pemerintah adalah pengehamatan itu akan dialokasikan kemana, dan agar lebih mengena sebaiknya untuk perbaikan sektor infrastruktur energi," ujar Satya. [hid]

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    1 komentar

    • Pengguna Yahoo!  •  2 bulan yang lalu
      Sita semua harta koruptor di jamin mencukupi untuk menutupi subsidi BBM.
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat