Habibie: RI Dijajah 'VOC' Gaya Baru

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --Mantan Presiden RI, BJ Habibie menegaskan fenomena globalisasi memiliki berbagai bentuk. Salah satu manifestasinya, dalam bidang ekonomi.

Yakni, pengalihan kekayaan alam suatu negara ke negara lain setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi. Kemudian, negara tersebut menjual produk itu ke nehara asal. Sehingga, rakyat harus membeli jam kerja bangsa lain.

"Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo-colonialism atau VOC dengn baju baru," katanya saat memberikan sambutan di Upacara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2012, di Halaman Gedung Sate, Jumat (10/8)

Dalam kesempatan tersebut, Habibie juga menyarankan agar pemerintah eksekutif maupun legislatif lebih proaktif peduli dan bersunggung-sungguh dalam pemanfaatan produk dalam negeri dan perebutan jam kerj. Kerja sama pemerintah daerah dan pusat dengan wakik rakyat harus ditingkatkan konvergensinya ke arah yang lebih pro rakyat, pro pertumbuhan dan pro pemerataan.

"Jangan sampai karena euforia reformasi atau pertimbangan politis sesaat kita tega 'menghabisi' karya nyata anak bangsa yang tekun dan memiliki semangat patriotisme tinggi," tandas Habibie

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.