WHO Harap Obat Anti-Malaria Segera Tersedia di Perbatasan Thailand-Kamboja

Bangkok (AFP/ANTARA) - WHO mengatakan pada Selasa obat anti malaria yang dibutuhkan di sepanjang perbatasan Thailand dengan Kamboja dan Myanmar akan segera tersedia di wilayah itu.


Malaria yang kebal terhadap obat anti malaria artemisinin menyerang perbatasan Thailand-Kamboja delapan tahun lalu, dan sejak saat itu juga di temukan di sepanjang perbatasan Thailand dan Myanmar, kata peneliti.


"Penyakit ini muncul sekitar delapan tahun lalu, dan sejauh ini kami belum menemukan nyamuk yang kebal terhadap artemisinin di luar wilayah Mekong," kata pakar WHO Pascal Ringwald kepada reporter di Bangkok, mencatat bahwa upaya pencegahan juga telah dilakukan.


"Saya pikir kami dapat menahan penyakit ini tetap di wilayah Mekong," katanya menambahkan.


Namun dia juga menambahkan malaria yang kebal terhadap obat yang muncul di di perbatasan Thailand sepertinya "benar-benar independen, dan hal itu meningkatkan kekhawatiran penyakit itu akan muncul di mana-mana."


Sepasang penelitian yang di publikasikan di The Lancet dan jurnal Science pada awal bulan ini dari 3.202 pasien di sepanjang perbatasan barat laut Thailand dekat Myanmar sejak 2001 dan 2010 menunjukkan peningkatan yang stabil dalam resistensi obat.


Kekebalan terhadap artemisinin tidak mencegah penyembuhan pasien berkat obat lainnya, tapi perawatan itu membutuhkan waktu beberapa hari tidak seperti biasanya yang hanya membutuhkan waktu 24 jam, kata Ringwald.


Malaria ada penyakit yang berbahaya yang disebabkan oleh parasit yang berpindah melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.


Penyakit ini telah membunuh kira-kira 655.000 pada 2010, kebanyakan anak-anak Afrika, walaupun tiingkat kematian telah menurun tajam selama beberapa dekade, menurut WHO.(nn/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.