Harga Bahan Baku Bedug Naik

Liputan6.com, Jakarta: Perajin musiman mulai mempersiapkan bedug dengan berbagai ukuran untuk memenuhi permintaan selama ramadan dan Idul Fitri 1433 H.

"Saya menyiapkan sekitar 100 bedug untuk ramadan tahun ini," kata perajin bedug, Tedi di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (28/7). Dia mengatakan, sudah 10 tahun menjadi perajin dan menjalankan bisnis bedug.

Biasanya bedug digunakan untuk membangunkan sahur atau bisa juga untuk pawai serta mengganti bedug di masjid atau mushola yang telah rusak. "Pembuatan bedug merupakan usaha turun-temurun sehingga saya hanya meneruskan bisnis keluarga saja," katanya.

Dia mengeluhkan meningkatnya harga bahan baku bedug, seperti kulit sapi, kambing, kerbau serta drum bekas pada ramadan kali ini. Meskipun harga naik, penjualan bedug tidak mengalami peningkatan.

Menurutnya, jika harga naik maka kemungkinan akan ditinggalkan oleh konsumen karena persaingan dalam menjual bedug musiman itu sangat ketat.

Tedi berharap harga kulit sebagai bahan baku dasar pembuatan bedug yang didapatkan langsung dari pemotongan hewan, dapat turun. Sehingga pendapatan yang dihasilkan dapat meningkat, setidaknya seperti tahun lalu.

"Tahun ini pendapatan dari penjualan bedug sangat pas-pasan," ujarnya. Perajin musiman itu menjual bedug dengan harga Rp 125.000-Rp 1 juta per buah, tergantung bahan dan ukuran yang digunakan.

Bedug dengan diameter 60 cm dan menggunakan kulit sapi, penjualannya mencapai Rp 1 juta. Jika bukan bulan ramadan, Tedi melakukan usaha tambal ban dan kelontong. Namun dia juga membuat bedug jika ada pesanan. (ANT/FRD)