Harga Baja Dunia Diperkirakan Naik Mei 2013

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Di Milan, Cokelat Indonesia Sangat Diminati

    Tempo

    TEMPO.CO, Milan -Produk cokelat Indoensia mendapat sambutan mendapat sambutan yang meriah dan dari kalangan pengusaha, importir, pembeli dan pebisnis internasional saat mengikuti pameran makanan internasional Tuttofood di Milan Italia yang berlangsung pada 18 dan 22 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Perseroan Terbatas Krakatau Steel Tbk (KRAS) memprediksi harga baja dunia pada Mei 2013 naik di kisaran 80--90 dolar AS per ton didorong oleh tren yang mulai menunjukan gejala peningkatan.

"Harga baja internasional pada bulan Desember 2012 itu sekitar 700 dolar AS per ton. Sampai Mei ini, kemungkinan (naik) kisarannya 80--90 dolar AS per ton," kata Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Rabu.

Menurut Irvan, kenaikan itu disebabkan oleh tren harga baja telah sampai di titik terendah. Pada saat itu, hanya ada dua pilihan bagi produsen, yakni berhenti produksi atau menaikkan harga.

"Untuk harga baja internasional kira-kira peningkatannya segitu. Biasanya, jika bahan baku naik, harga finis produknya juga naik," jelasnya.

Irvan menuturkan bahwa indikasi kenaikan harga baja sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Salah satunya adalah kenaikan harga bahan baku besi tua (scraps) jenis kualitas 1 HMS1 yang naik dari 390 dolar AS per ton pada bulan Desember lalu menjadi 430 dolar AS per ton pada bulan Januari.

Kendati demikian, dia mengungkapkan bahwa permintaan baja nasional tahun ini masih bisa tumbuh di kisaran 6--9 persen.

"Tahun 2012, saya belum bisa sampaikan karena data nasionalnya belum keluar dari BPS. Namun, permintaan baja nasional kelihatannya akan tumbuh sekitar 6--9 persen," katanya.

Irvan menjelaskan bahwa konsumsi baja nasional pada tahun 2011 mencapai 9,7 juta ton. Angka tersebut, sepanjang 2012, diperkirakan tumbuh di kisaran 6--8 persen. Dengan demikian, ada pertumbuhan konsumsi baja nasional meskipun nilainya sedikit.

Dia menambahkan sekitar 65 persen kebutuhan baja nasional 2013 akan mampu dipenuhi oleh pasar domestik.

"Pada tahun 2013, perkiraan impor itu akan memenuhi sekitar 35 persen, sisanya 65 persen dipenuhi dari pasar domestik," ungkapnya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat