INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2012 sebesar 0,62%, dengan pemicu utama kenaikan harga cabai di nyaris seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK).
Sementara untuk inflasi tahun kalender sebesar 1,79% dan inflasi year on year 4,53%. Inflasi inti Juni 2012 sebesar 0,34%, inflasi inti year on year 4,15%. "Inflasi inti msh di bawah uimum menujukan gambaran yang masih bagus," tutur Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (2/7/2012).
Dari 66 kota IHK, lanjutnya, seluruhnya terjadi inflasi untuk bulan Juni 2012. Inflasi tertinggi di Ambon 2,39% dan Manokwari 2,05% serta inflasi terendah di Bima 0,04%.
Ia mengatakan, andil bahan makanan 0,39% untuk inflasi Juni 2012 dan masih memegang peranan cukup besar dengan laju inflasi untuk Juni 2012 1,57% dan inflasi tahun kalender 2,33%.
"Penyebab utama inflasi karena cabai merah terjadi kenaikan harga karena kurang pasokan. Terjadi kenaikan harga di 64 kota IHK, tertinggi di Padang 101 persen, Pematangsiantar 94 persen," ujarnya.
Bahan pangan pendorong inflasi lainnya adalah bawang putih karena terbatasnya pasokan serta adanya impor dari China, daging ayam ras karena naiknya harga pakan, ikan segar juga mendorong inflasi karena kurangnya pasokan dari nelayan, kenaikan harga gula pasir karena nilai lelang di tingkat petani, dan bahan bakar rumah tangga karena beberapa kota terjadi kelangkaan gas elpiji khususnya 3 kg.
"Pendorong inflasi lainnya telur ayam ras dan emas perhiasan. Emas perhiasan karena dipengaruhi naiknya harga emas internasional," ujarnya.
Sedangkan bahan yang menahan inflasi adalah harga minyak goreng karena turunnya harga CPO di internasional dan harga bensin karena turunnya harga bensin jenis pertamax di 44 kota IHK. [ast]


