Sukabumi (ANTARA) - Harga daging ayam potong di Kabupaten Sukabumi naik hingga 80 persen dari harga normalnya, bahkan saat ini harganya mencapai Rp30 ribu/kg sampai Rp31 ribu/kg yang awalnya hanya sekitar Rp18 ribu/kg.
"Harga normalnya hanya mencapai Rp18 ribu/kg, tetapi saat ini bisa mencapai Rp31 ribu/kg atau kenaikannya mencapai 80 persen, ini di karenakan banyaknya permintaan dari masyarakat tetapi pasokan sedikit tersendat," kata pedagang daging ayam potong di Pasar Semi Modern Cicurug, Kustandi kepada wartawan, Sabtu.
Menurut Kustandi, kenaikan harga ayam potong mulai terjadi pada H-10 sampai saat ini, jika pasokan kurang dipastikan harga daging ayam akan terus melonjak karena permintaan belum turun sampai saat ini. Maka dari itu, para pedagang daging ayam potong di Pasar Cicurug meminta kepada pemasok daging tidak menahan persediaan yang ada.
"Sampai saat ini pasokan masih mencukupi tetapi tidak bisa distok untuk hari esok, atau pasokan sehari bisa habis hanya sampai sore saja, tidak seperti biasanya bisa distok hingga untuk esok harinya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, Pedagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan mengatakan, dari pantauan pihaknya rata-rata harga daging ayam di pasaran mencapai Rp30 ribu/kg/.
Kenaikan ini disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat sejak menyambut sampai hari pertama pelaksanaan ibadah sahum Ramadhan. "Sejak H-7 Ramadhan sudah tiga kali terjadi kenaikan harga dari Rp25 ribu/kg, menjadi Rp27 ribu/kg dan saat ini menjadi Rp30/kg," kata Agus.
Diharapakan, rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan operasi pasar murah daging bisa dilaksanakan juga di Sukabumi, sehingga bisa menekan harga daging ayam potong. Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Peternakan setempat untuk memantau persediaan dan pasokan daging. (jk)


