London (AFP/ANTARA) - Harga minyak dunia jatuh pada Senin karena kekhawatiran utang zona euro mengimbangi penghentian produksi di Teluk Meksiko dan Norwegia.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus, turun 1,11 dolar AS menjadi 78,65 dolar AS per barel.
Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Agustus turun 63 sen menjadi 90,35 dolar pada akhir transaksi di London.
Harga minyak naik sedikit di jam perdagangan Asia karena serangan Badai Tropis Debby memaksa operator minyak dan gas di Teluk Meksiko mengevakuasi beberapa platform dan rig.
"Pasar minyak memulai minggu ini pada wilayah negatif ... mengikuti kerugian di pasar ekuitas global," kata analis Sucden Financial Research, Myrto Sokou.
"Sentimen pasar telah dirugikan di tengah kekhawatiran baru tentang ketidakpastian kondisi ekonomi di zona euro menjelang KTT penting Uni Eropa pada Kamis dan Jumat."
Para pedagang juga mengikuti peristiwa di Meksiko.
"Selama akhir pekan kita melihat bahwa Teluk Meksiko telah dipengaruhi oleh badai dan produksi telah terganggu," kata Ker Chung Yang, analis komoditas untuk Phillip Futures di Singapura, kepada AFP.
"Mereka menutup rig di Teluk Meksiko, jadi saya pikir ini adalah salah satu alasan utama yang mendukung harga minyak saat ini."
Produksi minyak di Teluk Meksiko merupakan 20 persen dari produksi AS, dan setiap gangguan di daerah itu akan memiliki konsekuensi pada harga minyak mentah karena AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia.
Sementara itu aksi mogok pada Minggu oleh ratusan pekerja sektor energi di Norwegia mempengaruhi produksi minyak mentah di produsen minyak utama Eropa tersebut.
Di tempat lain, Uni Eropa pada Senin mengatakan bahwa larangan impor minyak dari Iran akan berjalan seperti dijadwalkan pada 1 Juli karena kurangnya kemajuan dalam pembicaraan tentang perdebatan program nuklir Teheran.
Sebuah pernyataan dari menlu Uni Eropa tentang usulan embargo mengatakan: "Menyusul sebuah kajian dari langkah-langkah dewan menegaskan bahwa mereka akan tetap menyetujui pada Januari."
Setelah pembicaraan penuh berminggu-minggu tentang embargo yang mungkin merugikan negara-negara Uni Eropa yang sedang terlilit utang seperti Yunani, blok 27 negara sepakat pada 23 Januari untuk segera
melarang impor minyak baru dari Iran dan menghapus kontrak yang sudah ada pada 1 Juli.
Konfirmasi bahwa embargo akan diberlakukan beberapa hari setelah pembicaraan di Moskow antara Iran dan kekuatan dunia mengenai program nuklirnya gagal mencapai terobosan.
Para perunding dari Dewan Keamanan PBB permanen yaitu Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, ditambah Jerman, pekan lalu setuju dengan mitra mereka Iran untuk menggelar pertemuan tingkat ahli baru di Istanbul pada 3 Juli.
Barat mencurigai Iran berusaha membuat senjata nuklir dengan kedok program energi dan ingin menghentikan pengayaan uranium menjadi 20 persen, yang membawa bahaya mendekati tingkat yang diperlukan untuk membuat bom nuklir. (jk)

