Harga Minyak Kembali Naik Jelang Pertemuan G7

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • 22 Perusahaan Dilaporkan ke KPK

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, menemukan adanya potensi kerugian negara dari  15 kasus yang dilakukan oleh 22 perusahaan terkait tambang dan kehutanan.Hasil audit yang sudah rampung diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh anggota BPK Ali Masykur Muda, hari ini, Jumat (24/5).BPK, kata Ali, memastikan ada potensi kerugian negara dari yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut. Namun dia belum bersedia merinci informasi yang disampaikan ke KPK

New Yorks (AFP/ANTARA) - Harga minyak mengalami rebound pada Senin, dari penurunan tajam pekan lalu, menjelang pembicaraan Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) tentang krisis utang zona euro.


Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, mengakhiri sesi pada 83,98 dolar AS (sekitar Rp 794,65 ribu) per barel, naik 75 sen dari tingkat penutupan Jumat.


Kontrak acuan berjangka itu telah menukik 3,30 dolar AS (sekitar Rp 31,22 ribu) pada Jumat ke posisi terendah Oktober. Menurut John Kilduff dari Again Capital, pasar tampak stabil setelah WTI kehilangan sekitar 25 dolar AS (sekitar Rp 236,57 ribu) dalam sebulan.


Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli naik 42 sen untuk menetap pada posisi 98,85 dolar AS (sekitar Rp 935,41 ribu) per barel. Minyak mentah Brent telah merosot 15 persen selama Mei.


Pada Senin, Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty mengatakan G7 dan kekuatan ekonomi lainnya akan melakukan pembicaraan melalui telepon tentang peningkatan krisis dan kelemahan di beberapa bank Eropa pada Selasa.


Selain Kanada, negara-negara G7 termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat.


Pekan lalu, survei pembelian manajer untuk Mei tampak suram di India, China, Amerika Serikat, negara zona euro dan negara lainnya, semua mengindikasikan pertumbuhan ekonomi global lebih lambat, sehingga menurunkan ekspektasi permintaan minyak.


Pada Jumat, laporan bulanan tenaga kerja AS pada Mei menunjukkan penurunan tajam dalam penciptaan lapangan kerja, hingga hanya menjadi 69.000 pekerjaan di negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia tersebut.


"Pasar energi mengalami tiga hantaman pertumbuhan ekonomi yang lemah (AS, China dan Eropa)," kata Justin Harper, ahli strategi pasar di IG Markets Singapura. (yg/ik)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat