Singapura (AFP/ANTARA) - Harga minyak mentah turun di perdagangan Asia Kamis di tengah kekhawatiran seputar permintaan, setelah data Amerika Serikat menunjukkan kenaikan dalam cadangan minyak mentah AS yang lebih besar dari pada permintaan dalam sepekan terakhir, kata analis.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November turun 10 sen ke posisi 92,02 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent North Sea penyerahan Desember turun dua sen menjadi 113,20 dolar AS per barel.
Kenaikan dalam cadangan minyak mentah yang lebih besar dari pada perkiraan telah menambah kekhawatiran permintaan di antara para pedagang, kata Sanjeev Gupta, pimpinan Asia-Pacific Oil and Gas Practaice Ernst & Young.
"Harga minyak mentah sedikit melemah, dipicu oleh kekhawatiran permintaan dan juga ketidakpastian situasi ekonomi," katanya.
Departemen Energi Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat mengumumkan bahwa pasokan minyak mentah naik 2,86 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Oktober lalu, kenaikan lebih dari dua kali lipat dari ekspektasi para analis.
Amerika Serikat merupakan konsumen minyak mentah terbesar dunia dan meningkatnya inventaris minyak mentah negara itu, otomatis menekan permintaan.
Selain itu para pedagang juga sedang mengamati pertemuan puncak Uni Eropa yang berlangsung dua hari pada Kamis waktu setempat--merupakan yang pertama dari tiga pertemuan yang direncanakan diadakan sebelum hari Natal--bagi "market leads".(rr)

