INILAH.COM, Jakarta - Tempe dan tahu benar-benar menghilang dari pasar, salah satunya pasar Lenteng Agung yang biasanya banyak menjual tahu dan tempe setiap harinya tapi hari ini tidak satupun yang menjualnya.
"Gak ada tahu sama tempe, pada demo yang bikinnya jadinya ga ada yang kirim," kata pedagang tahu-tempe di pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ipung, Rabu (25/7/2012).
Ia juga menuturkan, sampe tiga hari kedepan tahu sama tempe tidak ada yang jual para, pengrajin yang ada di Tanjung Barat, Depok dan Mampang berenti produksi sampai Jumat besok. "Tiga hari ini ga dagang tahu dan tempe, palingan ada sabtu besok baru ada. Itu juga pasti harganya naek kalau kedelai ga turun juga," jelasnya.
"Omset jelas menurun, kalau saya jualan tahu ma tempe. Pemasukan bertambah tidak dari sayuran aja, sekitar 100 ribu saya kehilangan pemasukan seharinya," keluhnya.
Tatino yang merupakan pedagang sayur juga membenarkan tidak adanya jualan tahu dan tempe. "Temen saya yang biasa khusus jualan tahu, hari ini ga jualan. kata dia si barangnya (tahu) ga ada baik yang dari depok atau mampang," ungkapnya.
"Saya ga tau kalau tempe sama tahu ga ada sekarang, saya taunya juga baru sekarang dari pedagang sayur, semoga aja ga lama-lama kejadian ini," tutur Lia pembeli tahu. [rus]
TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah, mengatakan rapat Organda menyepakati bahwa kenaikan tarif angkutan umum setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah sebesar 30-35 persen. "Kenaikan tarifnya berdasarkan perhitungan teknis yaitu 30-35 persen. Pengaruh kenaikan BBM cukup signifikan," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2013. …


