Hari Ini Tak Datang, Ayin Bisa Dibui Lagi  

TEMPO.CO, Jakarta: Terpidana kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Artalyta Suryani bisa diganjar hukuman bila melanggar ketentuan bebas bersyarat. Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, N.S. Sihabudin, status bebas bersyarat Artalyta bisa saja dicabut. "Tergantung pada pertimbangan Balai Pemasyarakatan," kata Sihabudin, Ahad 22 Juli 2012.

Menurut dia, Balai Pemasyarakatan akan melihat seberapa kuat alasan terpidana melanggar ketentuan, sebelum mengambil keputusan. Misalnya saja soal ketentuan melapor sebulan sekali. Artalyta diketahui terakhir melapor pada Balai Pemasyarakatan Jakarta Selatan pada 22 Juni lalu. Artinya, hari ini, Ayin–demikian pengusaha kakap asal Lampung ini biasa disapa—harus kembali melapor. Jika tidak, Balai akan mempertimbangkan pencabutan status Ayin.

Selain Balai, Ayin juga dicari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada Senin lalu KPK menjadwalkan pemeriksaan Artalyta sebagai saksi kasus suap penerbitan hak guna usaha perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah. Namun, melalui pengacaranya, Teuku Nasrullah, Artalyta menyatakan tidak dapat memenuhi panggilan karena mengalami penjepitan pembuluh darah di bagian leher. Menurut Nasrullah, wanita yang akrab dipanggil Ayin ini sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

GADI MAKITAN

Berita Terpopuler:

SBY Diminta Mundur Dari Demokrat

Dicium Ibunya, Bocah Sekarat Ini Hidup Lagi

Pengamat: Andi Mallarangeng Seharusnya Ditangkap

PSSI Terancam Kisruh Lagi

KPU Tolak Usul Kubu Jokowi

Ariel Bebas, Penjara Ikut Senang

Dahlan Iskan Disarankan Buat Pabrik Mobil Listrik

Resep Jokowi Atasi Golput

Jokowi Nasi Bungkus, Foke Cumi Saus Tiram

Teror Batman Mengulang Insiden 13 Tahun Lalu

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat