Hasil Otopsi Jasad TKI Lombok Diumumkan Kemlu

Lombok Timur, NTB (ANTARA) - Hasil otopsi tiga jasad Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang ditembak di Negeri Sembilan, Malaysia, 22 Maret 2012, akan diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri.

"Barusan ada perintah dari Mabes Polri bahwa hasil otopsi tiga jasad TKI ini hanya boleh diumumkan Kementerian Luar Negeri karena ini masalah antarnegara," kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Sukarman Husein, di lokasi penguburan umum Dasar Kubur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Jumat.


Di lokasi penguburan umum itu, Mad Noor (28) dimakamkan, dan jasadnya diotopsi untuk kepentingan penyidikan, terkait dugaan pencurian organ tubuh TKI yang meninggal di Malaysia.

Mad merupakan satu dari tiga TKI asal Lombok Timur yang ditembak mati di Negeri Sembilan, Malaysia, kemudian jenazahnya dipulangkan ke Indonesia hingga dimakamkan di kampung halamannya di Desa Pengadangan, Lombok Timur.

Dua TKI lainnya yang juga tewas ditembak di Malaysia, yakni Herman (34) dan Abdul Kadir Jaelani (25). Herman dan Jaelani merupakan paman dan keponakan, yang berasal dari Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela,Kabupaten Lombok Timur.

Jasad Herman dan Jaelani sudah diotopsi di lokasi penguburan keluarganya di Pancor Kopong, pada Kamis (26/4) atau sehari sebelumnya.

Seperti otopsi jasad Herman dan Jaelani, proses autopsi jasad Mad Noor dimulai pukul 07.00 Wita, yang diawali dengan pembongkaran kuburan guna mengambil kedua jasad yang dikubur dalam peti yang dibawa dari Malaysia.


Proses otopsi ulang itu dikoordinasikan Kepala Biro Operasional Polda NTB Kombes Pol Pujiono Dulrahman, sementara proses penyidikan dipimpin Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hary Sudwijanto.

Tim otopsi beranggotakan personil Polda NTB, Polres Lombok Timur dan tim medis dari instalasi forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda NTB.

Sebelumnya, Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachyunadi, berjanji akan menyampaikan hasil otopsi ke publik melalui media massa, pada Jumat (27/4) siang atau setelah otopsi jasad ketiga dirampungkan.

"Tim otopsi masih bekerja sehingga hasil otopsinya belum bisa disampaikan, nanti besok disampaikan dalam upaya transparansi," ujar Kapolda NTB Brigjen Arif saat meninjau pelaksanaan otopsi jasad Herman dan Jaelani, Kamis (26/4).

Pada Kamis, Arif enggan menginformasikan hasil pengamatan visual terhadap organ tubuh jasad TKI yang diotopsi, meskipun hal itu yang dipertanyakan orangtua dan sanak keluarga TKI itu.

Namun, ia berjanji akan mengumumkan semua hasil otopsi tersebut pada hari Jumat.

"Keluarga sudah lihat, masih dalam proses penyelidikan, besok di Pengadangan (lokasi otopsi jasad Mad Noor)," ujarnya ketika dikonfirmasi terkait pengakuan H Maksum selaku ayah Herman dan Amaq Rupeni selaku ayah Jaelani, yang menyatakan bola mata Herman sudah tidak ada lagi saat hendak diotopsi.

Pada Jumat (27/4) pagi, Arif masih meminta Kabid Humas Polda NTB untuk menginformasikan kepada wartawan bahwa siang nanti akan ada jumpa pers untuk menjelaskan hasil otopsi.

Kini, rencana jumpa pers itu dibatalkan karena hasil otopsi itu hanya akan diumumkan Kementerian Luar Negeri, di Jakarta.

Pertimbangan otopsi


Otopsi ulang itu diperlukan untuk memperjelas penyebab kematian ketiga TKI asal NTB itu, sekaligus menjawab kejanggalan di tubuh jenazah versi sanak keluarga para TKI tersebut.

Versi Kepolisian Malaysia, ketiga jenazah TKI itu sudah diotopsi saat berada di Rumah Sakit Port Dickson Malaysia, karena tewas akibat penembakan.

Namun, sanak keluarga ketiga TKI yang tewas itu, menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh, karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.

Dugaan tersebut merujuk kepada penuturan Hirman, kakak dari Abdul Kadir Jaelani, yang melihat langsung kondisi jasad ketika TKI korban penembakan itu, sebelum dikafani dan dimasukkan kedalam kotak, saat berada di Rumah Sakit Port Dickson Malaysia, kemudian diterbangkan ke Indonesia.

Ketiga jasad TKI yang bekerja sebagai buruh bangunan di Negeri Sembilan, Malaysia itu, tiba di kampung halamannya, Rabu (5/4), lalu dimakamkan sanak keluarganya di pekuburan keluarga di Pancor Kopong, keesokan harinya.

Selain Hirman, saksi mata lainnya dari kalangan TKI yang ikut mengafani ketiga jenazah TKI itu yakni Misbah, Wildan, Sahabuddin. Mereka bersama petugas rumah sakit, yang mengafani ketiga jenasah itu.

Dari penuturan saksi mata, sebelum dikafani jasad ketiga TKI itu sudah dijahit pada kedua matanya, terdapat jahitan melintang pada bagian dada yakni dari dada dekat lengan kiri ke dada dekat lengan kanan.

Berdasarkan keterangan saksi mata itu, diduga kuat organ tubuh bagian dalamnya sudah sudah diambil, namun hal itu harus dibuktikan dengan otopsi. (rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat