TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta para pengusaha dan pemangku kepentingan tidak lengah dan terbuai atas hasil pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,4 persen selama kuartal II lalu. Meski Badan Pusat Statistik mencatat investasi menjadi salah satu faktor pendorong penting dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan kontribusi sebesar 12,3 persen, Hatta meminta penanaman modal ini lebih dicermati lagi.
"Harus dicermati industri-industri yang sekarang sedang dibangun. Jangan sampai justru menggunakan bahan baku impor tinggi karena itu akan memukul neraca pembayaran kita," kata Hatta, Rabu, 8 Agustus 2012.
Ia meminta secara khusus pada Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk mengatur investasi yang masuk. Jangan sampai investasi yang akan dibangun itu banyak menggunakan komponen bahan baku dan bahan penolong berupa produk impor. Pemerintah khawatir investasi yang tinggi, tapi diiringi lonjakan penggunaan produk impor, akan membuat neraca perdagangan semakin kedodoran.
Saat ini, Hatta mencermati banyak investasi untuk industri manufaktur yang datang dari Cina. "Ini kita senang, tapi diwanti-wanti bahan bakunya dari mana," ucapnya.
Industri domestik harus didukung agar bisa memproduksi bahan modal dan bahan baku tersebut untuk mengurangi impor. Pasalnya, saat ini, sebanyak 73 persen impor hanya untuk bahan baku penolong.
Selain soal investasi industri, terdapat dua hal lain yang tetap harus dijaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu konsumsi domestik dan pembangunan infrastruktur. Konsumsi domestik tetap harus diperkuat, tapi inflasi harus dikendalikan. Sebab, inflasi yang tinggi juga bisa menggerus perekonomian dalam negeri.
Dan yang terakhir mengenai infrastruktur. Investasi yang tinggi ke depannya diharapkan seiring dengan pembangunan infrastruktur. "Terutama untuk pelabuhan, jangan sampai pembangunan ini terhambat karena akan menghambat investasi juga," katanya.
GUSTIDHA BUDIARTIE


