Surabaya (ANTARA) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan Indonesia membutuhkan sedikitnya empat juta wirausaha untuk mendukung sektor perekonomian bangsa agar lebih tangguh di masa depan.
Ditemui usai membuka pelatihan calon wirausaha di Surabaya, Minggu, Hatta Radjasa menyebutkan jumlah wirausaha yang ada saat ini masih sekitar 1,56 persen dari jumlah penduduk, padahal idealnya minimal dua persen atau sekitar empat jutaan wirausaha.
"Kita masih tertinggal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang jumlah wirausahawannya di atas tujuh persen dari total penduduk. Belum lagi negara maju yang jumlahnya lebih banyak lagi," katanya.
Ia cukup yakin bahwa suatu negara yang ingin memiliki perekonomian tangguh harus didukung dengan pengembangan sektor kewirausahaan.
Menurut dia, pemerintah Indonesia menargetkan pada 2025 Indonesia bisa masuk jajaran 10 besar dunia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi tangguh
"Untuk itu, pemerintah terus mendorong kalangan pemuda yang tinggal di desa maupun kota untuk tidak menganggur, tapi melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat dengan membuka usaha, semisal bengkel, usaha makanan atau agrobisnis," ujarnya.
Dalam hal penciptaan wirausaha baru, lanjut Hatta, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan, seperti pendidikan, pelatihan atau pendampingan, kemudahan akses permodalan, dan bantun untuk berkolaborasi dengan sektor usaha besar.
"Memang tidak mudah mencetak wirausaha baru, tapi selama ada kemauan, hal itu pasti bisa diwujudkan," tambah Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia menambahkan, program penjaringan calon wirausaha yang digelar berbagai institusi dan lembaga cukup efektif dalam menciptakan pelaku usaha baru.
Sementara itu, program pelatihan wirausaha yang digelar DPP PAN di Surabaya, merupakan rangkaian dari penjaringan calon wirausaha baru dari kalangan generasi muda yang digelar di 11 kota.
Selain Surabaya, program bernama "Wirausaha MaPAN (Maju Bersama PAN)" ini juga diadakan di Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Lampung, Yogyakarta, Makassar, Banjarmasin, Aceh, dan Jayapura.
"Dari tiap-tiap kota dipilih 500 calon wirausaha. Jika lulus seleksi, masing-masing akan mendapatkan pinjaman bergulir sebesar Rp5 juta untuk modal usaha," kata Hatta Radjasa.
Ia menambahkan, program ini terbuka untuk seluruh elemen masyarakat dan tidak sebatas kader partainya, asalkan anak muda yang berusia 17-25 tahun.(ar)


