Kenaikan BBM

Havana Dilanda Wabah Kolera

Liputan6.com, Havana: Seorang warga ibu kota Kuba, Havana meninggal dunia akibat kolera, hanya beberapa hari setelah tiga warga Kota Manzanillo di tenggara negeri itu meninggal dunia akibat wabah kolera. Menurut pemerintah setempat, sejauh ini 50 orang sudah terdiagnosa terkena kolera dan sekitar 1.000 orang lainnya menjalani perawatan medis serius. Demikian dilansir BBC Indonesia, Ahad (8/7).

Pemerintah Kuba menambahkan sudah berhasil mengatasi penyebaran penyakit ini dan empat rumah sakit disiapkan untuk mengisolasi pasien kolera. Selama lebih dari satu pekan para dokter di Havana bekerja bergiliran untuk mencari gejala-gejala kolera pada tiap pasien. Belum diketahui sumber penyebaran penyakit ini, namun sejumlah orang mengatakan warga jatuh sakit setelah meminum air dari sumur yang terkontaminasi.

Sebagian besar kasus wabah kolera di Kuba terjadi di Provinsi Granma, yang berjarak 750 kilometer sebelah tenggara dari ibu kota Havana. Ratusan pekerja medis di kawasan ini, termasuk para perawat, pernah bekerja merawat para korban gempa bumi Haitu yang tertular kolera.

Saat ini, para pekerja medis di Havana terus melakukan diagnosa pada para pasien. Pasien anak-anak, perempuan hamil dan orang tua menjadi prioritas utama. Sebuah tes medis terhadap perempuan berusia 60 tahun, yang masuk rumah sakit Rabu lalu dipastikan terjangkit kolera.

Seluruh pekerja medis sejauh ini telah melakukan banyak upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien. Kolera adalah infeksi bakteria yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare dan dehidrasi parah. Kementerian Kesehatan Kuba mengatakan wabah kolera terakhir kali merebak di negara pulau itu tak lama setelah revolusi 1959 pecah.(ADO)