Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Hehamahua : Korupsi Kikis Nasionalisme

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akhir 2006, Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua menceritakan kembali ribuan masyarakat Bengkalis berkeinginan bergabung dengan Malaysia. Masyarakat menghadapi kenyataan Johor (Malaysia) tak memunyai sumberdaya minyak tapi kehidupan masyarakatnya makmur. Sedangkan Bengkalis yang kaya minyak kondisinya terbalik.

    "Korupsi itu memudarkan nasionalisme," kata Abdullah dalam sebuah diskusi di kantor PLN pusat Jakarta. Bagaimana tidak? sejak 2005 hingga saat ini, KPK sudah menangkap sekitar 750 orang anggota DPR pusat, 250 orang anggota DPR daerah, dan puluhan bupati yang diduga terlibat korupsi. Korupsi di Indonesia sudah menjadi borok dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap negaranya sendiri.

    Abdullah pernah menemui kasus di Rupat Utara, Provinsi Riau yang berbatasan dengan Malaysia. Sewaktu Dinas Pendidikan setempat menggelar lomba cerdas cermat, ketika dewan juri bertanya siapa presiden Indonesia, salah seorang anak menjawab Ahmad Badawi yang saat itu merupakan Perdana Menteri Malaysia.

    Masyarakat setempat, kata Abdullah, dalam kesehariannya justru tak bisa mengakses berbagai informasi tentang Indonesia. Mereka membaca koran Malaysia, radio, dan chanel televisi Malaysia. Bahkan, mata uang yang digunakan untuk bertransaksi ekonomi sehari-hari ada yang menggunakan ringgit Malaysia.

    Baru pada 2010 lalu, Menteri Komunikasi dan informasi Tifatul Sembiring meresmikan desa informasi berupa TV kabel yang bisa ditonton masyarakat di Kecamatan Rupat Utara. Tujuannya agara masyarakat mengenal negaranya sendiri.

    Pemerintah, kata Abdullah, harus serius melakukan reformasi birokrasi. Salah satunya sistem penggajian karyawan-karyawannya dengan sistem kompensasi. Empat pilarnya adalah kualitas SDM, remunerasi, pengelolaan aset daerah, dan pengelolaan aset negara.

    Artinya, karyawan pemerintah dibayar sesuai kompensasinya, sesuai kerjanya. Contoh praktiknya, 70 persen gaji dan tunjangan tak melebihi 30 persen. Itu berpotensi menekan peluang korupsi yang sudah menjadi borok di negara ini.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    24 komentar

    • M. Triswedi  •  2 bulan yang lalu
      Sebuah negara bagaikan tubuh atau ragawi dari seorang manusia. Dan tentunya agar penampilan kita menarik, maka seluruh tubuh harus dibalut dengan pakaian yang baik, untuk menutupi kulit, sehingga akan baik pula dilihat oleh orang lain. Begitu pula dengan seluruh perbatasan wilayah yang ada di di Indonesia adalah merupakan kulit dari sebuah negara. Jika kulit dari negara ini tidak dibalut dengan pakai yang bagus, terlihat compang camping, walaupun tubuh batinnya baik, kita akan dinilai tidak baik pula oleh orang lain. Tetapi biasanya didalam jiwa yang baik tentu akan menghasilkan tubuh yang baik pula. Kalau pada kenyataannya tidak demikian berarti hanya pulasan. Yang saya khawatirkan, jika kulit dari seluruh wilayah negara compang camping, cepat atau lambat akan terkena penyakit yang dikatakan rasa nasionalisme akan hilang.
    • Pusan  •  2 bulan yang lalu
      Negara kita adalah negara dengan system Presidentil.....tapi pelaksanaannya di negara kita DPR lah yg sering mencuat mengambil keputusan (Perlementer)....ini aja sdh membingungkan kita sebagai rakyat dalam satu negara.coba koreksi lagi oleh pakar pakar hukum Indonesia.....seperti apa basic pemerintahan kita ini.....banyak berkutit di pusat tapi saudara saudra kita di pinggiran perbatasan ga ada yang memperhatikan....banyak daerah pinggiran saya pernah kunjungi....emang terbukti mereka ga paham dengan negara NKRI ini...justru mereka paham dengan Malaysia atau philipina...kan lucu....?
    • Sabda  •  2 bulan yang lalu
      INI ORANG COCOKNYA JANGAN JADI PENASEHAT KPK, COCOKNYA JADI TUKANG JUAL OBAT,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! COBA DONG BANTU PAK A.SAMAD ,PIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA
      SUPAYA LANCAR DAPAT MERINGKUS PARA KORUPTOR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    • m.ramdhanikamal  •  2 bulan yang lalu
      Biar memberi efek jera kpd calon koruptor - Koruptor itu harus dihukum mati dan hartanya disita.
    • mardika h  •  2 bulan yang lalu
      mungkn tidak hanya masyarakat bengkalis saja ingin lepas dari INDONESIA... banyak orang yang di perbatasan wilayah negara yang ingin bergabung dengan negara tetangga... teruslah BERKORUPSI bekerja sama para CUKONG untuk membeli NASIONALISME... sangat pesimis akan intregritas para pejabat pemerintah.
    • Iskandar  •  2 bulan yang lalu
      Saatnya kita bangkit dari keterpurukan bangsa ini,
    • curut  •  2 bulan yang lalu
      BACA G SBY CURHATAN INI????????????
    • Pusan  •  2 bulan yang lalu
      Engga ada jalan lain...Koruptor...HARUS DI TEMBAK MATI...sebab secara tidak langsung.....dia telah membuat banyak orang mati dan kelaparan.contohlah negara negara komunis yang telah bertindak tegas dan tanpa ampun.....nah negara kita gimana ? masih aja menclak menclek...ga jelas.....dan pengacara nya dgn sekuat tenaga akan mebolak balikkan fakta...yang justru ada saksi dan bukti...kok malah di usahakan di menangkan......apakah PANCASILA DAN UUD 45 sdh ga berlaku lagi.....? ayo....siapa yg berani jawab?
      Untuk KPK..anda adalah lembaga yg sifatnya independent....bila sdh ada kesalahan seorang pejabat/pegawai melakukan korupsi...tangkap aja langsung.....tetapkan langsung kesalahannya di pengadilan Khusus ga perlu ke lembaga negara lainnya...dan ga perlu dia di dampingi pengacarannya.LANGSUNG VONIS.
    • »ACI«  •  2 bulan yang lalu
      bangsat bener koruptor
      dana pembangunandari hutang diembat juga
      aparat bikin anggaran proyek sengaja digedein
      tender penuh kecurangan
      pejabat sama makelar pada rebutan fee
    • bawono  •  2 bulan yang lalu
      minggat tidak menyelesaikan masalah....
    • ADI RAKYAT MISKIN  •  2 bulan yang lalu
      Saya merasa sedih sebagai warga negera indonesia, karena pemimpin kita tidak pernah memperhatikan rakyat indonesia, tak pernah melihat kebawah. yang tinggal Kab. Bengkalis Kec Rupat Utara perbatasan dengan Selat malaka mlasia, masih gelap kehidupan kemiskinan. disini mendengar siaran Malaysia dripada Indonesia. sekarang korupsi dari Pusat sampai ke propinsi, bupati dan Kelurahan desa. tak pernah terfikir pemimpin kita untuk mensejahterakan rakyat.. Apakah SBY membaca keluhan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua...?
    • Sucipto  •  2 bulan yang lalu
      Ternyata Indonesia tidak cocok dengan demokrasi liberal, dimana DPR terlalu kuat dan kewenangannya melampaui penguasa-penguasa lainnya. Tidak ada negara yang berhasil dengan banyak orang yang ingin menguasai negara ini. Bagaikan kapal dengan banyak nahkoda, yang satu bilang kekiri, yang satu lagi bilang kekanan dan ada yang bilang mundur bahkan maju, akhirnya kapal itu tidak bergerak kemana-mana. Saya ambil contoh yang riil yaitu : penghapusan potongan tahanan terhadap korupsi yang sesuai dengan keadaan terkini, tapi apa reaksi DPR : melanggar HAMlah, apa DPR gak mikir kalau korupsi itu sudah lebih dari melanggar HAM orang banyak, seharusnya uang buat pembangunan hanya dikantongi mereka saja. Seharusnya DPR mendukung dengan mengesahkan Pemiskinan untuk koruptor atau pemberlakuan hukuman mati untuk koruptor.
      contoh satu lagi yaitu masalah BBM : Pemerintah ingin mengurangi subsidi BBM karena subsidi yang besar itu dinikmati oleh orang yang mampu beli mobil alias orang kaya. Mobil sekali ngisi BBM 50 liter kalau subsidinya Rp. 500 /liter maka subsidi untuk orang kaya Rp. 25.000,- per mobil. Kalau dia punya 2 mobil sudah Rp. 50.000,- sedangkan rakyat jelata untuk mencari uang Rp. 50.000 saja mati-matian belum tentu dapat. Tapi apa tanggapan DPR masalah ini tidak setuju dengan pemerintah, alasannya akan menguntungkan orang asing. Bukankan premium atau pertamax semuannya kita beli dari luar, yang kita punya adalah gas. Bahkan gas lebih murah dari pada premium dan lebih bersih. Mana yang menang DPR kah atau Pemerintah, kita tunggu. Janganlah selalu menyalahkan Pemerintah kita. Doronglah DPR untuk bekerja demi rakyat banyak dengan membuat undang-undang pertanahan , ketenagakerjaan yang baik, yang sekarang ini lagi didemo banyak orang.
      Saya pikir Indonesia saat ini perlu sumber tenaga yang besar lagi murah, solusi satu-satunya yaitu PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir). Memang masih banyak didemo di negara ini, banyak yang gak tahu kalau matahari adalah reaktor nuklir alam yang memberikan energi yang besar bagi bumi ini. Dan negara maju mana yang gak pakai Nuklir. Janganlah Indonesia mau dikelabuhi negara-negara lain. Karena mereka berkepentingan dengan negara ini. Kalau di Indonesia ada sumber listrik yang besar maka akan tumbuh industri-industri besar dan kita akan memenuhi kebutuhan sendiri dengan kekuatan kita sendiri. Kalau itu terjadi Indonesia akan makmur. Merdeka.
    • Haryanto hary szk  •  2 bulan yang lalu
      Lebih baik hujan emas di negri orang dari pada hujan koruptor..di negri sendiri.......
    • JINGKLONG  •  2 bulan yang lalu
      Sebenarnya keadaan seperti ini, hasil apa yang telah kita perbuat, masyarakat melihat, mendengar apa yang dilakukan oleh orang-orang yang dipercaya sama mereka untuk mebawa negara ini menjadi makmur. kenyataannya mereka yang dipercaya tidak mempunyai rasa nasionalis, hanya memperkaya diri sendiri, dengan pola hidup yang mewah, rumah megah Istana Megah sementara Istana Negara tak ditempati. sementara masyarakat begitu susahnya menghadapi kehidupan sekarang ini, dengan mahalnya biaya hidup, dengan mahalnya biaya pendidikan terutama di tingkat universitas swasta, hasil kelulusannya susah untuk cari pekerjaan, mau usaha mandiri tak punya ketrampilan dan modal, tapi sadarkah mereka yang jadi pejabat akan hal ini, belum lagi dengan ketidak tenangan usaha, dengan sering adanya demo, kekerasan, premanisme, kalau di pikir bikin stres hidup di Indonesia, apalagi untuk para petani, harga hasil tak cocok dengan biaya pengeluaran, subsidi pupuk hanya untuk pengusaha pupuk, kena apa tidak dengan susidi pembelian harga panen, biar pupuk tak disubsidi, pemerintah yang beli hasil pertanian dan di jual murah kepada masyarakat yg kurang mampu atau ke petani kembali,
    • Jammengwisata Dunia  •  2 bulan yang lalu
      klu pengelolaan NEGARANYA di MALAYSIA lebih bagus,jangan bengkalis saja ikut ke MALAYSIA sekalian seluruh INDONESIA ikut ke MALAYSIA di INDONESIA tinggal GUBERNUR atau NEGARA bagian saja,Kalau NEGARA ini tidak mungkin lagi di perbaiki, tidak bisa di kelolah dengan baik, kita kan menjerit terus tentang Ekonomi,mau bekerja tidak ada pekerjaan,sebagian ber-poyah2 menikmati kekayaan INDONESIA.
      • Andi Muktaf 2 bulan yang lalu
        Betul om, heran juga dengan sikap pemerintah kita, sangat narsis banget. Dipikirnya uang akan membawa langgeng kehidupan dia. Korupsi merajalela. Apalagi mendekati Pemilu nanti semakin getol aja mereka merampok uang negara. Pantes aja daerah perbatasan lepas satu persatu. Hmmm
    • Arief  •  2 bulan yang lalu
      inilah detik2 kehancuran Indonesia dimana ini semua akibat tidak ada ketegasan dari Pak Sby nya , beliau hanya sibuk ngurusin partai sendiri beliau telah lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai presiden
    • Pengguna Yahoo!  •  2 bulan yang lalu
      Mau dibawa kemana yach bangsa ini...... Tolong Pak SBY tunjukan bahwa Bangsa ini masih bermartabak...malu sama Negara 2 lain yang sudah maju... yang sudah bersih dari korup.... Jangan malah mau main film... bosen ya jadi Presiden..!!
    • Bokil Kopil  •  2 bulan yang lalu
      oh indonesiaku riwayatmu kini tenggelam di hantam korupsi......masyarakat bisa apa ya...
    • Tubagus  •  2 bulan yang lalu
      WAJAR DAN BISA DIMENGERTI PERMINTAAN SDR2 KITA DI BENGKALIS ITU. DRPD HIDUP DI BAWAH KEKUASAAN KORUPTOR, MALING DAN PENYAMUN, MENDING IKUTAN MALAYSIA YG TERBUKTI LEBIH MAMPU MENYEJAHTERAKAN RAKYATNYA
    • Tubagus  •  2 bulan yang lalu
      TERSIKSA HIDUP DIBAWAH PEMIMPIN BERMENTAL RAMPOK
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat