Helikopter KPU Libia Ditembaki, Seorang Tewas

Liputan6.com, Tripoli: Menjelang pemilihan umum Libia, sebuah helikopter yang membawa berkas pemungutan suara ditembaki komplotan orang-orang bersenjata di Kota Benghazi, Jumat sore (6/7). Akibatnya, seorang petugas komisi pemilihan umum (KPU) Libia tewas.

 

Pemilu ini merupakan yang pertamakalinya digelar dalam 60 tahun terakhir. Libia terakhir mengadakan pemilu pada tahun 1952 saat negara tersebut menjalankan sistem pemerintahan monarki.

Dalam pemilihan ini, rakyat Libia akan memilih anggota Majelis Nasional Libia dari berbagai partai. Sebanyak 200 kursi akan diisi oleh para anggota dewan terpilih yang terdiri dari 3.700 calon. Namun, menjelang pemilu yang diadakan pascatumbangnya pemerintahan Muammar Kaddafi yang tewas ditembak pasukan revolusioner, Libia dilanda berbagai serangan teror.

Seperti yang terjadi pada Kamis (5/7), terjadi kebakaran yang melanda tempat pemungutan suara di Kota Ajdabiya, Libia. Akibat bencana tersebut, seluruh surat suara dan peralatan-peralatan yang dipersiapkan untuk pemilu hangus terbakar. Pejabat setempat mengklaim, ada pihak yang sengaja melakukan serangan untuk mengacaukan pemilu.

Pekan lalu, di wilayah lain Benghazi, sekelompok warga menyerbu kantor KPU. Warga yang bermukim di wilayah timur Libia itu rupanya tidak senang lantaran kandidat pemilu lebih banyak yang berasal dari wilayah barat daripada timur. (NHK/Vin)