TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Hendardji Soepandji, menyerukan kepada pendukungnya agar tidak gentar dalam menghadapi berbagai bentuk intimidasi yang mungkin mereka terima.
Hendardji merujuk kasus sebelumnya dimana seorang pendukungnya mengaku diintimidasi oknum kelurahan karena mendukung Hendardji-Riza. Pendukungnya tersebut, lanjut Hendardji, dipaksa mundur dari PKK karena mendukung dirinya.
"Pendukung saya ada yang ditakut-takuti, dibilang 'kenapa ibu murtad pilih nomer dua?'. Mendukung saya kok dibilang murtad?," tukas Hendardji saat bertemu pendukungnya di Jl. Catur Tunggal, RW 001 RT 13 Kel. Cipinang Muara, Jakarta Timur, Kamis (5/7/2012).
Hendardji menyerukan kepada pendukungnya yang hadir, untuk jangan takut menghadapi ancaman dan intimidasi seperti itu. Hendardji mengaku siap membela pendukungnya yang mendapat gangguan semacam itu.
"Bapak dan Ibu tidak usah takut jika diintimidasi. Mau diintimidasi RT, RW, Llurah, Camat, gak usah takut. Laporkan kepada Korwe dan Korkel yang ada, nanti akan kita selesaikan," tandas Hendardji.
Hendardji juga mengatakan bahkan ada oknum yang mengaku dari satpol pp yang tanpa izin dan alasan yang jelas tertangkap tangan tengah mencopoti spanduk miliknya di kawasan Gunawarman, tempat posko Hendardji-Riza berada.
"Kita semua harus bersatu untuk melakukan perubahan, jangan takut terhadap intimidasi, saya akan melindungi pendukung-pendukung saya yang diintimidasi," tandas mantan Danpuspom itu mantap.
Baca Juga:



Yahoo! OMG