Berburu Harta Luthfi

Hidayat: Doa Kyai NU Lebih dari Cukup

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid mengaku meski Nahdlatul Ulama tidak secara terbuka mendukungnya, tapi ada hal lain yang lebih penting dari itu semua. 

Hidayat berkunjung bersama wakilnya Didik J Rachbini ke kantor PBNU, Jakarta, Kamis (26/4/2012) 

"Bagi kami doa beliau sudah lebih dari cukup. Bagi kami mereka menerima dengan sangat panjang. Tadi anda mendengar betapa riuh rendahnya tawa beliau. Itu sudah menandakan bagaimana arti pertemuan ini," ujar Hidayat kepada wartawan usai mengunjungi Kyai Said yang tidak lain teman lama.

Perkenalan keduanya terjadi Hidayat dan Kyai Said mengambil gelar doktor di Saudi Arabia. Hidayat melangsungkan studi di salah satu universitas di Madinah, sedangkan Kyai Said di Universitas Ummul Quro, Mekkah. Hidayat mengaku datang untuk mendapatkan masukan dari kyai NU.

Dalam pertemuan itu, Kyai Said meminta Hidayat terus menjalin komunikasi dengan semua pihak bukan saja pejabat, tapi juga tokoh lintas agama, masyarakat, LSM, dan ormas. Dengan begitu, sebagai pemimpin akan mendapat masukan dan ide-ide segar dari masyarakat untuk menjadikan Jakarta berubah lebih baik dari sekarang.

"Ini sesuai dengan visi Jakarta yaitu menghadirkan birokrasi yang betul-betul melayani masyarakat. Jangan birokrasinya malah tidak menghadirkan apa yang diharapkan masyarakat selama ini," tandasnya. 

Dari pertemuan itu, kata Hidayat, PBNU juga mengijinkan untuk berkomunikasi dengan underbow NU yaitu Fatayat NU dan Muslimat NU yang ada di Jakarta. Komunikasi dengan banyak pihak, Hidayat mengaku lebih daripada cukkup. Ia meyakini dukungan bukan soal penting, tapi kebersamaan menghadirkan Jakarta lebih bermanfaat.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat