Hillary Clinton Ingin Presiden Wanita di AS

Kolkata (AFP/ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan pada Senin dia mengharapkan Amerika Serikat memilih wanita sebagai presiden saat dia masih hidup, namun menolak seruan untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden.


"Saya berharap demikian. Saya sangat ingin melihatnya selama saya masih hidup," kata Clinton (64) dalam seuah forum publik di Kolkata, India, saat ditanya tentang kemungkinan presiden wanita di AS.


Clinton mengatakan wanita masih mengalami "pembatasan karir" dalam politik, mengeluhkan tulisan media yang membicarakan "warna pastel" dari pakaian pemimpin wanita bahkan saat mereka membicarakan kebijakan pertahanan.


Namun, Clinton dengan sopan menolak seruan mahasiswa India untuk turut serta dalam pemilu 2016.


"Saya sangat tersanjung, tapi saya pikir ini saatnya untuk berhenti," kata Clinton yang berulang kali mengatakan dia akan pensiun saat masa jabatan Obama berakhir pada Januari.


"Saya ingin kembali ke India hanya untuk berjalan-jalan tanpa harus menutup jalan dan banyak keamanan," katanya.


Clinton menjadi sorotan publik selama lebih dari 20 tahun sebagai ibu negara, senator dan sekarang sebagai diplomat utama AS. Jajak pendapat saat ini menunjukkan dia adalah politisi wanita paling terkenal di AS, dengan dukungan dari segala aspek.


Clinton mengatakan dia belajar menertawakan dirinya sendiri. Dia mengutip ucapan mantan ibu negara AS Eleanor Roosevelt -- salah satu pahlawannya -- yang menyarankan "buat kulit Anda setebal badak bila Anda wanita dalam dunia politik".


"Saat Anda memiliki banyak pengalaman seperti saya, Anda akan menemukan cara menghadapinya atau Anda tidak akan bagkit dari tempat tidur," kata Clinton.


"Terkadang kritik memiliki pelajaran untuk Anda. Mungkin yang ingin Anda lakukan tidak dikomunikasikan dengan efektif dan mereka menunjukannya.” (nn/pt)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.