HKTI: Kembangkan Pertanian Kedelai Jangan Bergantung Impor

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Di Milan, Cokelat Indonesia Sangat Diminati

    Tempo

    TEMPO.CO, Milan -Produk cokelat Indoensia mendapat sambutan mendapat sambutan yang meriah dan dari kalangan pengusaha, importir, pembeli dan pebisnis internasional saat mengikuti pameran makanan internasional Tuttofood di Milan Italia yang berlangsung pada 18 dan 22 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pimpinan Oesman Sapta, Sutrisno Iwantono, mengatakan pemerintah perlu mengambil kebijakan untuk mengembangkan pertanian kedelai supaya Indonesia tidak perlu mengimpor kedelai.

"Tempe dan tahu itu makanan rakyat, tetapi sekarang menjadi barang mewah karena bahan bakunya impor," kata Sutrisno Iwantono saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan pemerintah perlu memberi insentif kepada petani yang mau mengusahakan pertanian kedelai. Sebab, selama ini menanam kedelai masih belum dianggap sebagai hal yang menguntungkan.

Menurut dia, petani lebih memilih menanam tebu atau tembakau yang lebih menjanjikan keuntungan dari pada menanam kedelai.

"Pemerintah juga perlu memberikan jaminan supaya distribusi pupuk bersubsidi bisa langsung sampai ke tangan petani kedelai," ujarnya.

Selain memberikan insentif, menurut dia, pemerintah juga perlu mengusahakan supaya lahan pertanian untuk menanam kedelai diperluas. Selama ini, lahan untuk menanam kedelai masih sangat sedikit dan bersifat sporadis.

Bila lahan pertanian kedelai diperluas, dia berharap Indonesia bisa memiliki pusat-pusat produksi kedelai sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Bila lahan untuk menanam sudah tersedia dan pemerintah sudah berkomitmen untuk memberikan insentif kepada petani kedelai, maka yang diperlukan selanjutnya adalah pengembangan bibit unggul.

"Perlu ada riset dan pengembangan teknologi untuk menghasilkan bibit kedelai unggul yang lebih produktif, Kalau negara-negara yang mengekspor beras saja bisa menghasilkan kedelai yang bagus, mengapa Indonesia tidak bisa," katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki HKTI, total konsumsi kedelai Indonesia mencapai 2,4 juta ton pertahun. Dari total konsumsi pertahun itu, sebanyak 1,4 juta ton diserap oleh industri tahu dan tempe.

Sementara, pertanian kedelai dalam negeri hanya mampu memproduksi 700.000 ton pertahun sehingga sisanya sebanyak 1,7 juta ton ditutup dari impor. (tp)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat