Pangkalan Nirab, Afghanistan (AFP/ANTARA) - Presiden Prancis Francois Hollande mengemukakan kepada pasukan di Afghanistan pada Jumat bahwa Prancis akan melakukan koordinasi dengan sekutu-sekutunya di NATO dan pihak Afghanistan tentang penarikan pasukannya dari negara itu.
Ia berbicara kepada pasukan Prancis di Pangkalan Nijrab, Provinsi Kapisa, Afghanistan timur laut, tempat mayoritas dari 3.550 tentara Prancis berpangkalan.
Presiden Prancis mempertahankan keputusannya untuk menarik mereka dari operasi-operasi tempur dua tahun sebelum kontingen NATO yang berjumlah 130.000 tentara ditarik.
Ini adalah kunjungan pertama Hollande ke Afghanistan sejak memangku jabatannya awal bulan ini dan juga menurut rencana akan berembuk dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
Kalender bagi penarikan pasukan Prancis diperkirakan akan disusun dalam beberapa hari.
"Itu adalah keputusan kuat. Hanya Prancis yang dapat memutuskan apa yang harus dilakukan. Penarikan itu akan dilakukan dalam pengertian yang baik dengan sekutu-sekutu kami, terutama Presiden AS Barack Obama, yang memahami alasan-alasan itu, dan melakukan konsultasi erat dengan pihak berwenang Afghanistan," kata Hollande.
Ia mengatakan Prancis akan terus membangun proyek-proyek di Afghanistan tetapi mengatakan waktunya telah tiba bagi Afghanistan untuk "mengambil dan memilih jalan mereka sendiri dengan bebas" dan memutuskan masa depan negara mereka.
Kepala negara Prancis itu melakukan kunjungan mendadak yang diperkirakan akan berlangsung selama berapa jam.
Ia didampingi menteri-menteri pertahanan dan luar negeri Jean-Yves Le Drian dan Laurent Fabius, dan panglima militer Laksamana Edouard Guillaud.
Hollande mengemukakan kepada Presiden AS Barack Obama dalam pada KTT G-8 di Camp David dan menegaskan di KTT NATO di Chicago bahwa ia tidak akan mengubah satu janji kampanyenya untuk memulangkan pasukan tempur Prancis setahun lebih cepat daripada yang direncanakan Paris.
Sejauh ini 83 tentara Prancis tewas sejak akhir tahun 2001, ketika pasukan pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban setelah serangan 11 September 2001 di AS.
Prancis merupakan penyumbang terbesar pada kontingan pasukan NATO yang berjumlah 130.000 personil yang memerangi Taliban.
Sekutu NATO lainnya sepakat dalam pertemuan di Chicago untuk menarik tanpa syarat pasukan pada akhir tahun 2014, menyerahkan tanggung jawab keamanan negara itu kepada Afghanistan.(ar)

