Perang Lawan Geng Motor

HRUM: Bea Keluar Dapat Bebani Kinerja Kami

  • Emas Jatuh karena Pernyataan Bernanke Bervariasi

    Antara

    Chicago (ANATARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke membuat pernyataan bervariasi di hadapan Kongres. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,2 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.367,4 dolar AS per ounce. Ketua Fed Bernanke dalam kesaksiannya kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada Rabu mengatakan bahwa "kebijakan pengetatan moneter prematur

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

INILAH.COM, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyatakan, rencana pemerintah untuk menetapkan bea keluar batu bara dapat membebani kinerja perseroan.

Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray Gunara menuturkan, pihaknya telah mengikuti PKP2B yang harus membayar royalti sebesar 13,5%. Bila perseroan harus dikenakan bea keluar maka dapat memberi sentimen negatif terhadap marjin keuntungan perseroan.

"Segala macam industri mulai dari kelapa sawit, batu bara ada pungutan akan negatif dampaknya. Pasti akan jadi beban,kalau sekarang harga komoditas turun, dan masih dikenakan bea keluar, ditambah biaya BBM juga tak turun," tutur Ray, Rabu (16/5/2012).

Saat ini perseroan menjual sebagian besar batu bara untuk ekspor sebesar 90%, dan sisanya lokal. Perseroan menjual batu bara ke Korea Selatan sebesar 39%, Taiwan sebesar 33%, China sebesar 15%, Malaysia sebesar 9%, dan China sebesar 15% pada kuartal pertama 2012.

Ray menuturkan, pihaknya ingin memperkuat pasar domestik tanpa bea keluar. Namun penjualan batu bara ke pasar domestik tidak semua cocok dan diserap. Oleh karena itu, pihaknya juga menjual batu bara untuk ekspor.

Perseroan menargetkan produksi sebesar 13 juta ton dan penjualan antara 14-15 juta ton pada 2012.  Hingga kuartal pertama 2012, perseroan menjual batu bara sebesar 3,6 juta ton dengan harga rata-rata US$94. "Harga rata-rata penjualan batu bara diperkirakan US$85-US$95 per ton," kata Ray.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal senilai US$30 juta pada 2012. Dana belanja modal berasal dari kas internal.

Pemerintah memiliki aturan untuk menetapkan bea keluar sebesar 20% untuk 14 jenis barang mineral mentah. Untuk 14 barang tambang yang dimaksud adalah tembaga, emas, perak, timah, timbal, kromium, molidbdenum, platinum, bauksit, bijih besi, pasir besi, nikel, mangan, dan antimon. Kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pemegang ijin usaha pertambangan. [hid]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat