Vienna (AFP/ANTARA) – Pengawas nuklir PBB dan Iran sepakat untuk mengadakan pertemuan di Vienna pada Jumat, ketua IAEA Yukiya Amano berkata pada Senin, menyerukan Teheran untuk menandatangani perjanjian untuk menglarifikasi isu seputar senjata atom.
“Pertemuan antara Iran dan agensi dijadwalkan pada 8 Juni di Vienna,” kata Amano kepada 35 anggota gurbenur International Atomic Energy Agency yang memulai satu pecan panjang pertemuan.
“Saya mengundang Iran untuk mengimplementasikan dokumen Structured Approach secepatnya dan untuk memberikan akses awal di Parchin,” kata Amano.
IAEA mencari persetujuan dengan Teheran untuk menjamin secara cepat dan tanpa syarat ke situs, kepada orang dan dokumen yang berkaitan dengan program nuklir republik Islam itu.
Setelah kunjungan ke Teheran pada 21 Mei, di mana ia bertemu dengan kepala negosiator nuklir Iran Saeed Jalili, Amano mengatakan kesepakatan bisa ditandatangani "segera," namun masih belum ada tanda-tanda kesepakatan apapun.
Bagian dari perjanjian tersebut akan melibatkan markas Parchin, dimana IAEA percaya bahwa pengembangan senjata nuklir dilakukan di sana.
Badan itu mencari akses ke situs selama berbulan-bulan, tetapi sejauh ini ditolak oleh Iran, yang mengatakan bahwa Parchin tidak ada hubungannya dengan program nuklirnya dan tidak diwajibkan untuk mengizinkan inspeksi.
Dalam laporan terbaru bulan lalu, IAEA mengatakan citra satelit baru Parchin menunjukkan "kegiatan yang luas" di bawah, termasuk meratakan dua bangunan dan apa yang para ahli gambarkan sebagai pembersihan di pangkalan.
Ini "dapat menghambat kemampuan lembaga tersebut untuk melakukan verifikasi efektif" dari situs, lapor IAEA memperingatkan. (as/ml)


