Sydney (AFP/ANTARA) – Ibu dari pendiri WikiLeaks, Julian Assange, percaya bahwa anaknya akan berhasil tiba di Ekuador untuk melanjutkan pekerjaan membongkar rahasianya, meskipun terdapat perseteruan diplomatik atas permohonan suakanya.
Assange bersembunyi di kedutaan Ekuador di London selama dua bulan dan meskipun ia mendapatkan suaka di negara tersebut, ia berisiko ditangkap jika keluar dari gedung tersebut.
Ketika ditanya apakah ia yakin Assange akan berhasil ke Ekuador, ibunya, Christine Assange, mengatakan, “Saya rasa itu sangat mungkin.”
“Ia memiliki miliaran orang yang mendukungnya di seluruh dunia, AS dan sekutunya tidak memiliki dukungan dalam hal ini dan dukungan terus bertambah setiap hari,” ujarnya pada ABC 24 dari Gold Coast.
“Mungkin saja pemerintah Inggris memutuskan mundur dari posisinya menjadi pendukung AS dan membela kedaulatannya sendiri juga kedaulatan Ekuador.”
Inggris marah pada Ekuador karena pemberian suaka itu, dan mengancam akan menggunakan Undang-Undang Dasar Pemikiran Diplomatik dan Konsuler 1987, yang menyatakan bahwa mereka diperbolehkan mencabut kekebalan diplomatik sebuah kedutaan di wilayah Inggris dan dapat menangkap Assange.
Christine Assange mengatakan bahwa anaknya khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya namun ia masih “bersemangat.”
“Tentu saja ia sangat khawatir tentang sekutu AS yang tidak hanya ingin melanggar hukum domestik dan protokolnya sendiri dalam kasus ini... namun mereka kini ingin melanggar hukum internasional,” ujarnya.
Assange, warga Australia berusia 41 tahun, mengungsi ke kedutaan pada 19 Juni untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, tempat ia akan diinterogasi terkait kasus pelecehan seksual.
Para pendukung dari mantan peretas tersebut yakin bahwa sesampainya di Swedia ia dapat diekstradisi ke AS dan mereka takut Assange dapat dijatuhi tuduhan mata-mata karena publikasi WikiLeaks akan sejumlah besar dokumen sensitif.
Australia mengonfirmasi pada Sabtu bahwa pos diplomatiknya di Washington sudah mempersiapkan kemungkinan ekstradisi Assange ke AS namun menganggapnya sebagai “rencana kemungkinan,” dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti AS merencanakan ekstradisi.
Christine Assange mengatakan bahwa jika anaknya berhasil sampai ke Ekuador ia akan mendaki gunung dan melanjutkan pekerjaan WikiLeaks-nya.
“Julian merupakan seorang penggemar naik gunung. Ia yakin bahwa ia dapat melanjutkannya sambil bekerja menjadi jurnalis investigasi.”
“Saya rasa ia akan merasa aman dan menikmati saat berada di sana.” (ik/pt)


