Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Ical Akan Dikukuhkan Sebagai Capres Golkar

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir pasti, Aburizal Bakrie, atau Ical akan menjadi calon presiden (capres) dari Partai Golkar. Kapasitasnya sebagai Ketum Golkar saat ini, Ical hanya tinggal mencari pasangan, menjadi cawapres pada pertarungan Pilpres 2014 mendatang. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budisantoso di DPR, Selasa (02/08/2011).

    Priyo seakan ingin mengungkap, tahun depan Ical akan secara resmi dideklarasikan sebagai capres Golkar dan pada pertengahan 2012, Golkar pada tahun depan sudah mulai menjaring pendamping Ical.

    "Paling tepat, tahun 2012 akan dikukuhnan siapa capres Golkar. Sudah tentu, ketua umum kami, Pak Ical yang paling diungglkan (sebagai capres), meski sampai hari ini belum resmi," kata Priyo.

    Saat ini, Golkar terus melakukan konsolidasi, memperkuat jaringan-jaringan yang ada untuk menghadapi pertarungan Pilpres 2014. Yang tentu saja, lanjutnya lagi, mencari peluang kemenangan bagi capres Golkar.

    "Kami saat ini berkonsentrasi dalam merebut hati rakyat. Agar kelak, tentunya Golkar mendapat mandat dari rakyat," Priyo menegaskan.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    69 komentar

    • Yusuf  •  9 bulan yang lalu
      Kalau mau mencalonkan diri jadi presiden jangan dengan menjatuhkan atau menjegal partai lain, naiklah dengan jantan dan ksatria...
    • Utu' S  •  9 bulan yang lalu
      Kita bisa membanding-banding 5 calon presiden dari Golkar yg baru saja dimuat di e-mail. Satu di antaranya AB. Seorang pengusaha sukses. Tetapi saya lebih suka jika di antara calon itu adalah tokoh yg peduli pada mayoritas wong cilik yaitu petani, nelayan, kaum pekerja kecil dan peduli putra-putri mereka yaitu siswa mahasiswa. Apakah pak AB memenuhi prasyarat kami petani-petani nelayan dan pekerja kecil di daerah pedesaan Nusantara ini?
    • pendekar dua  •  9 bulan yang lalu
      males banget nyoblos....kagak deeehhhh, boikot aja..
    • Haji Didi  •  9 bulan yang lalu
      KALAU DARI GOLKAR ANE HANYA MAU DUKUNG BAPAK YUSUF KALLA SAJA YANG TELAH TERBUKTI HASIL KERJAANYA........KALAU YANG LAIN OGAH AHHHH....:)
    • Faruk  •  9 bulan yang lalu
      Setidaknya saya mendukung anda pak Ical,jd teruskan saja langkah bpk,sekali kali kita di pimpin
      Seorang dari kelas yg berbeda baik dari latar belakang akademi dan mhn maaf org kaya.TERUSKAN!!!!!!!!
    • Usman  •  9 bulan yang lalu
      mendingan bang akbar tanjung yang relatif beresih
    • bukti  •  9 bulan yang lalu
      Indonesia sbg masyarakat majemuk, sudah jelas dominasi mayoritas tak terkalahkan. Selagi budaya mementingkan diri sendiri dan golongan masih bercokol dalam jiwa manusia Indonesia, sekaya apa pun seseorang tidak akan mampu membeli suara mayoritas. Namun untuk 100 tahun ke depan, mungkin cara berpikir manusia Indonesia sudah memasuki era rasional, bukan emosional sentimental rasial. AS sbg negara modern, dan adi kuasa, baru setelah 200 tahun lebih sbg negara dan merdeka, dapat menerobos pola pikir rasial.
    • Nizar eka saputra Nizar  •  9 bulan yang lalu
      siapa saja boleh jd capres asal jgn seorang pengusaha krn hnya akan memperburuk indonesia,,,krn mereka hnya memikirkan keuntungan bkn untuk memajukan negara,,,
    • JubeiLight Son Of The Sun  •  9 bulan yang lalu
      masih adakah pemimpin yang sehat hati nuraninya di negeri ini????????????
    • Anonymous  •  9 bulan yang lalu
      hahaha
    • Manguni Bird  •  9 bulan yang lalu
      gimana kalau yang jadi calonnya pak Akbar Tanjung aja? Iya gak? hehee
      mendingan Beliau di banding si ---- Bakrie :(
      APA KATA DUNIA? hahaa
    • Merahputih  •  9 bulan yang lalu
      Siapapun yg dicalonkan Partai Golkar dalam Pilpres 2014, bagi kami tak ada masalah karena berdasarkan pengalaman bangsa & negara ini dalam empat dekade kepemimpinan nasional sepertinya pilihan jatuh pada kader Partai Golkar ..!
    • Ignatius Dibas  •  9 bulan yang lalu
      itu paling bagus karena pak ical adalah kemampuan tidak diragukan dan orang akan tahu bahwa dizaman jaya golkar banyak bagusnya al tidak ada rusuh antar penduduk desa,rusuh didalam agama serta sembako/minyak stabil,pns dislplin ,guru benar pendidik srta para medis benar para medis dll dan pak ical sidah manpan jadi tidak cari kaya dari kedudukan justru akan mengangkat harkat derajat bangsa indonesia,saya pasti tetap coblos nama pak ical di tps.SUARA GOLKAR SUARA RAKYAT
    • Pengguna Yahoo!  •  9 bulan yang lalu
      Aburizal Bakri diterjunkan ke LAPINDO dulu baru saya memilih jadi presiden RI
      maksud saya membersihkan kelakuannya BUSUK itu.
    • ojjie  •  9 bulan yang lalu
      Ina lillahi wa ina illaihi ro'jiun .
    • vladimir  •  9 bulan yang lalu
      Saya pilih kambing.... :)
    • Mora  •  9 bulan yang lalu
      SUMAPAH SAMPAH GOLKAR TAK AKAN AKAU PILIH...HIIIIII....HIIIIII
    • Kasno Awal  •  9 bulan yang lalu
      berati kalau sudah kaya gini hayalan tingkat tinggi yang jalan.
    • Rose  •  9 bulan yang lalu
      jgn pilih calon dri partai manapun....mereka semua busukk...diteror dan terikat utang piutang partainya sendiri...pilih yg ga terkait sm partai,dalam arti calon independen...innalillahi wa innailayhi rajiun
    • Widodo  •  9 bulan yang lalu
      Tentu saja disambut dengan riang gembira gegap gempita oleh anggota dan pengikut setia Golkar di daerah-daerah, yang mana mereka semua hanya berpamrih dapat bagian, baik itu bagian jabatan, bagian pujian dari atasan, bagian uang yang dihambur-hamburkan demi kedudukan, tanpa berfikir efek dominonya, tanpa berfikir siapa dia, yang mereka sanjung-sanjung, yang mereka salutkan, mereka hanya ABS / Asal Bapak Senang, mereka bahkan hanya berfikir senang sesaat. Itulah democrazy di Indonesia. Entah kapan ini akan berakhir..........entah kapan rakyat Indonesia bisa berdemokrasi dengan tanpa pamrih, tanpa money politic, namun dengan fair dan apa adanya................... belum bisa..........