Penghargaan buat SBY

Ichsanudin: Indonesia Masih Tunduk Mekanisme Pasar Bebas

  • Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    Tempo
    Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    TEMPO.CO , Pangandaran:Perusahaan jasa penerbangan, PT ASI Susi Pudjiastuti Aviation atau lebih dikenal Susi Air, meresmikan Training Center bagi para pilotnya di Pangandaran, Jawa Barat, Jumat 24 Mei 2013. Pada training center ini terdapat simulator untuk pesawat jenis Cessna Caravan 208.

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

Surabaya (ANTARA) - Pengamat kebijakan publik Ichsanudin Noersy menyatakan hingga saat ini Indonesia masih tunduk pada mekanisme pasar bebas yang disuarakan oleh negara-negara Barat salah satunya Amerika.

"Saya ingin `iqro` (membaca). Kami tidak ingin sekedar bicara melainkan ada bukti berupa data," kata Ichsanudin di Diskusi Studi Kasus Liberalisasi Migas Pascakeputusan rapat paripurna DPR RI yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim di Asrama Haji Surabaya, Minggu.

Menurut dia, selama ini pihaknya mempelajari bahwa kebijakan pemerintah dengan berupaya menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu ada kaitannya dengan campur tangan dari negara asing dalam hal ini Amerika.

"Ada perintah melalui radiogram yang menyatakan ada arahan untuk melakukan perubahan UU Migas," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada upaya dari negara asing untuk meminimalkan peran Pemerintah Indonesia dalam sektor migas dan meningkatkan peran swasta dalam sektor migas.

"Mereka (Amerika) sangat lihai menjajah Indonesia. Bahkan mereka menggandeng kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan media massa untuk pembenaran. BLT (bantuan langsung tunai) sebagai pengganti kenaikan BBM adalah suap politik," ujarnya.

Sementara anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Jamal Aziz menambahkan, sikap partainya pada saat ramai-ramainya rencana kenaikan BBM sudah jelas yakni menolak berbagai bentuk upaya menaikkan harga BBM.

"Sebelum ramai dibahas, partai kami sudah menetapkan menolak kenaikan harga BBM. Bahkan pada saat rapat paripurna DPR, fraksi kami "walk out"," katanya.

Menurutnya, jumlah fraksi Hanura di DPR hanya minoritas sehingga sulit melakukan perubahan atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. "Kami tegas dalam hal ini, beda dengan partai lain yang masih ada kompromi," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) HTI Hafidz Abdurahman mengatakan kenaikan BBM adalah agenda asing. "Namun setelah gagal menaikkan BBM waktu lalu, pemerintah tidak habis akal dengan mengeluarkan kebijakan baru berupa mobil di atas 1.500 cc wajib memakai pertamax," katanya.

Untuk itu, kata dia, HTI sendiri memiliki konsep APBN Khilafah, dimana dalam penerapan tata kelolahnya menggunakan hukum syariah.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat