Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa bergerak tertekan tipis 12,70 poin di tengah transaksi yang cenderung minim.
IHSG BEI ditutup turun 12,70 poin atau 0,31 persen ke posisi 4.105,25. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,37 poin (0,34 persen) ke level 704,37.
Analis E-Trading Securities Andrew Argado di Jakarta, Selasa mengatakan, investor pasar saham yang masih di posisi "wait and see" membuat transaksi perdagangan minim dibandingkan hari sebelumnya.
"Sebagian investor masih `wait and see` terhadap yang dilakukan bank sentral Eropa (ECB) mengenai penanganan krisis utang di kawasan itu," ujar dia.
Ia menambahkan, belum adanya titik terang dari kebijakan pemerintah AS juga menjadi pemicu investor menunggu sentimen dengan kecenderungan melepas saham.
Ia memperkirakan, di tengah sentimen yang belum pasti diproyeksikan indeks BEI akan bergerak "mixed" di kisaran 4.040-4.170 poin. Secara teknikal, beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Astra International (ASII), Indomobil (IMAS), Semen Gresik (SMGR).
Saham yang mengalami kenaikan Selasa ini diantaranya, Agis (TMPI) naik Rp15 ke Rp400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp50 ke Rp7.950, Global Mediacom (BMTR) naik Rp10 ke Rp1.810.
Sementara saham yang melemah, Elnusa (ELSA) turun Rp7 ke Rp168, Petrosea (PTRO) turun Rp30 ke Rp1.680, Bumi Resources (BUMI) turun Rp90 ke Rp650.
Frekuensi transaksi perdagangan saham sebesar 90.279 dengan volume mencapai 3,581 miliar lembar saham senilai Rp2,680 triliun. Tercatat 82 saham menguat, sebanyak 169 saham melemah, sementara 91 saham belum bergerak nilainya atau stagnan.
Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 129,30 poin (0,66 persen) ke level 19.429,91, indeks Nikkei-225 turun 8,38 poin (0,10 persen) ke level 8.775,51 dan Straits Times melemah 2,86 poin (0,09 persen) ke level 3.013,67.(ar)


