Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup turun sebesar 12,58 poin menyusul transaksi perdagangan saham yang minim.
IHSG BEI ditutup turun 12,58 poin atau 0,29 persen ke posisi 4.398,38. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,69 poin (0,62 persen) ke level 752,30.
"IHSG BEI bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini seiring dengan relatif sepinya transaksi perdagangan di tengah terjadinya bencana banjir yang melanda Ibukota Jakarta," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Kamis.
Selain itu, lanjut Purwoko, sentimen negatif juga berasal dari penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomoi global oleh Bank Dunia (World Bank).
"Bank dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan 2013 dari tiga persen menjadi 2,4 persen seiring dengan pengangguran yang tinggi dan rendahnya indeks kepercayaan bisnis," kata dia.
Ia memproyeksikan, IHSG BEI masih akan sepi transaksi dengan kecenderungan melemah terbatas pada akhir pekan (18/1) besok di kisaran 4.380-4.420 poin.
Sementara itu, analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, mayoritas melemahnya bursa kawasan Asia menambah sentimen negatif kamis ini. Pelemahan bursa Asia itu dipicu dari minimnya transaksi saham.
"Beberapa harga saham regional juga sudah tinggi nilainya termasuk di dalam negeri," kata Reza Priyambada.
Frekuensi perdagangan saham di BEI sebanyak 100.433 kali transaksi dengan volume mencapai 2,606 miliar lembar saham senilai Rp3,113 triliun. Saham yang mengalami penguatan sebanyak 97 saham, sementara yang tertekan 130 saham, dan 127 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 17,23 poin (0,07 persen) ke level 23.339,76, indeks Nikkei-225 naik 9,20 poin (0,09 persen) ke level 10.609,64, dan Straits Times menguat 13,21 poin (0,41 persen) ke level 3.195,29.(tp)


