Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis sebesar 5,69 poin menyusul sentimen positif dari penguatan di Wallstreet.
Indeks harga saham gabungan BEI ditutup naik 5,69 poin atau 0,14 persen ke posisi 4.105,50. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,04 poin (0 persen) ke level 703,75.
"Kenaikan Wallstreet didorong oleh data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan bahwa kenaikan bursa Eropa juga menjadi salah satu pemicu indeks BEI masih berada di area positif. Bursa Eropa meningkat dikarenakan pernyataan dari anggota partai koalisi kanselir Jerman yang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghalang-halangi rencana ECB terkait dengan intervensinya di surat utang.
Meski demikian, kata dia, kenaikan indeks BEI terlihat mulai terbatas menjelang libur panjang Lebaran. Saham unggulan, seperti Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), berada dalam tekanan jual.
Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.070--4.125 poin pada perdagangan Selasa (7/8) dengan beberapa saham pilihan, yakni Mayora (MYOR), Indofood Sukses Makmur (INDF), PTPP, Surya Semesta Internusa (SSIA), dan Indocement (INTP).
Frekuensi transaksi perdagangan saham sebesar 89.453 dengan volume mencapai 1,828 miliar lembar saham senilai Rp2,704 triliun. Saham yang mengalami penguatan sebanyak 104, sementara 119 saham melemah, dan 108 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.
Bursa regional di antaranya indeks Hang Seng menguat 332,54 poin (1,69 persen) ke level 19.998,72, indeks Nikkei-225 naik 171,18 poin (2,00 persen) ke level 8.726,29 dan Straits Times menguat 24,36 poin (0,78 persen) ke level 3.075,44. (tp)


