Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, dibuka melemah tipis 3,67 poin seiring pelaku pasar saham yang tengah mengambil posisi "wait and see".
IHSG BEI dibuka turun 3,67 poin atau 0,47 persen ke posisi 3.977,91. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,94 poin (0,14 persen) ke level 672,95.
"Pelaku pasar mengambil posisi `wait and see`, pagi ini IHSG BEI mendatar cenderung melemah," kata Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, kabar positif diharapkan muncul dari Eropa sehingga dapat membuat kepercayaan investor kembali bangkit dan mendorong penguatan bursa saham global termasuk indeks BEI.
Ia mengatakan, jika sentimen negatif masih berlanjut dari Eropa diperkirakan IHSG kembali tertekan, namun dalam kecenderungan yang terbatas.
"IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran `support` 3.926-3.958 poin, sementara `ressistance` di 3.997-4.005 poin," katanya.
Analis Samuel Sekuritas Christine Salim menambahkan, IHSG Kamis ini diperkirakan bergerak "sideways" (mendatar) dengan kecenderungan menguat seiring mulai meredanya sentimen negatif hari ini.
"Pemerintah China menyatakan untuk mengintensifkan kebijakan ekonomi ekspansif dan akan segera memulai beberapa proyek infrastruktur yang akan berperan vital mendorong perekonomian China," ujarnya.
Ia mengatakan, beberapa saham yang kemarin melemah diperkirakan mengalami teknikal "rebound" seperti saham-saham sektor batubara dan otomotif.
Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 88,60 poin (0,47 persen) ke level 18.697,59, indeks Nikkei-225 turun 24,55 poin (0,29 persen) ke level 8.532,05 dan Straits Times menguat 5,15 poin (0,18 persen) ke level 2.785,35.(rr)


