INILAH.COM, Jakarta – IHSG tidak mampu keluar dari zona negatif. Aksi jual pada saham perkebunan membebani pergerakan bursa.
Pada perdagangan Rabu (5/9/2012) sesi pertama, IHSG ditutup anjlok 13,44 poin (0,33%) ke level 4.091,81. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,02 poin (0,15%) ke level 703,341.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3,786 juta lot lembar saham, senilai Rp1,399 triliun dan frekuensi 56.969 kali. Sebanyak 169 saham turun, 59 naik dan 82 tidak berubah.
Hampir semua sektor melemah, kecuali aneka industri, infrastruktur dan finansial. Sedangkan sektor perkebunan anjlok terbesar menacpai 2,12%. Disusul sektor properti yang turun 1,2%, tambang 0,9%, konsumen 0,8%, industri dasar 0,5% dan perdagangan 0,4%.
Namun, asing masih terlihat melakukan aksi beli, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp2,281miliar. Rinciannya adalah transaksi beli Rp615 miliar dan transaksi jual sebesar RP612 miliar.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 20.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 23.500, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 22.050, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 27.600.
Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 2.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.450, Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.450, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 250 ke Rp 10.350.
Memburuknya bursa regional juga menjadi sentimen negatif. Indeks Komposit Shanghai menipis 2,42 poin (0,12%) ke level 2.041,23, indeks Hang Seng anjlok 1,23% ke level 19.190,43, indeks Nikkei 225 turun 0,87% ke 8699,25. [ast]


