INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Jumat (15/6/2012) diprediksi lanjutkan pelemahan. Salah satunya, pasar mencemaskan keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Tapi, lima saham dapat menjadi pilihan.
Pada perdagangan Kamis (14/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, indeks saham domestik akan melanjutkan pelemahan akhir pekan ini. “Skenario support IHSG di 3.575-3.600 jika Yunani keluar dari Uni Eropa. Tapi, untuk Jumat (15/6/2012) ini support di 3.750 dan resistance 3.825,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/6/2012).
Secara teknikal, lanjut Cece, dengan penutupan di 3.791kemarin, indeks gagal mempertahankan level psikologisnya 3.800 setelah menembus support 3.825. “Karena itu, secara teknikal, arah IHSG kurang positif untuk akhir pekan ini,” tandas dia.
Indeks juga mendapat tekanan negatif sejak sesi kedua kemarindi mana pasar diwarnai berita imbalhasil obligasi Italia dan Spanyol yang terus melonjak. “Kondisi ini membuat kekhawatiran baru tentang masalah utang di Uni Eropa,” ujar Cece.
Cece mengaskan, kekhawatiran terhadap krisis Eropa dapat dilihat dari yield obligasi Italia dan Spanyol. Yield obligasi Spanyol bahkan mencapai 7% dari sebelumnya 6% untuk tenor 10 tahun. Meskipun, yield Italia masih sedikit lebih rendah dibandingkan Spanyol. “Tapi, pada intinya, yield kedua negara itu naik yang terefleksi pada pembukaan bursa Eropa yang melemah 1%,” timpalnya.
Pada saat yang sama, pasar khawatirterhadap pemilu Yunani pada Minggu, 17 Juni 2012. “Kondisi ini diperparah oleh mencuatnya isu Yunani kemungkinan besar keluar dari Uni Eropa,” tandas Cece Ridwan.
Sentimen dari AS juga negatif setelah penjualan ritelnegara adidaya itu masih mengalami penurunan. Data retail sales AS turun -0,2% pada Mei dari bulan sebelumnya -0,2%. Ini menegaskan masih lemahnya konsumsi masyarakat di ASdan akan mengurangi tenaga pemulihan ekonomi diAS.“Apalagi,dengan tekanan inflasi yang rendah dan indeks harga produsen yang turun -1% atau lebih buruk dari sebelumnya -0,2%,” tuturnya.
Semua itu, kata dia, harus mendapatkan konfirmasi dari pergerakan Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam. “Jika Dow Jones melemah, IHSG juga berpeluang melemah,” ucap.
Di atas semua itu, saham-saham properti, pertambangan kecuali PT Indo Tambang Raya (
Saham-saham pilihannya adalah PT Summarecon Agung (


