INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Kamis (29/11/2012) diprediksi variatif-menguat seiring pelemahan dua hari terakhir yang dinilai masih wajar. Buy on Weakness lima saham! Apa saja?
Pada perdagangan Rabu (28/11/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
Purwoko Sartono, analis Panin Securities mengatakan, IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan profit taking yang terjadi sehari sebelumnya. “Pascapenembusan rekor tertinggi, investor memilih melakukan aksi ambil untung di tengah tidak adanya perkembangan berarti pada pembicaraan budget di AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Menurutnya, investor global masih dibayangi isu fiscal cliff (jurang fiskal). “Isu ini juga terlihat menutup data makro ekonomi AS yang sebenarnya cukup baik,” ujarnya.
Harga perumahan AS bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Consumer confidence AS bulan November naik ke level tertinggi sejak November 2008. Begitu juga dengan pesanan durable goods Oktober yang berhasil melampaui estimasi awal. “Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali,” papar dia.
Dari Eropa, Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) sepakat untuk menurunkan bunga dana bantuan dan juga memberikan kelonggaran waktu untuk mengembalikan. “Dengan kesepakatan ini, Yunani memenuhi persyaratan dana bantuan yang akan diberikan,” ungkap dia.
Purwoko melihat koreksi IHSG yang terjadi dalam 2 hari terakhir masih cukup wajar. “Kami juga menilai indeks masih berada dalam tren positif hingga akhir tahun,” tandas dia.
Menurutnya, penurunan yang terjadi kemarin memberikan kesempatan bagi pemodal untuk melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (bluechip).
Di atas semua itu, Purwoko memproyeksikan, laju IHSG Kamis (29/11/2012) ini bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan menguat. “IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.280-4.335,” tuturnya.
Saham-saham pilihan Purwoko adalah PT Astra International (


