H+5 Terperangkap

Ilmuwan Temukan Gen untuk Perlambat Kanker Pankreas

Paris (AFP/ANTARA) – Tim Ilmuwan mengidentifikasi sebuah gen yang memperlambat penyebaran tumor kanker pankreas, hal ini membuka jalan bagi pengobatan salah satu penyakit paling mematikan, seperti yang diungkapkan makalah yang diterbitkan Minggu.


Setelah menemukan gen bernama USP9X dalam penelitian kanker pankreas pada tikus, tim penelitian internasional menemukan gen itu juga dapat berperan pada manusia.


"Kami memeriksa spesimen tumor manusia dan menemukan bagian kecil yang hilang dari pasien - pasien yang sangat buruk keadaannya...orang yang meninggal lebih cepat," kata peneliti Davis Tuveson kepada AFP.


"Pasien dengan tingkat gen rendah mengekspresikan...meninggal lebih cepat setelah operasi dan pasien yang berada di penghujung hidupnya karena metastasis (penyebaran kanker), mereka juga memiliki kadar gen USP9X yang rendah.”


Keberadaan gen yang ditemukan di seluruh sel manusia namun menghilang pada beberapa tumor, sudah diketahui sebelumnya namun fungsinya sebagai penekan kanker tidak diketahui, kata Tuveson.


Tiga gen penekan tumor pankreas juga ada, namun ketidakhadirannya "kemungkinan penyebab metastis - yang membunuh orang karena kanker pankreas," kata ilmuwan.


Penemuan itu berarti "kita dapat mengaktifkan gen dengan menggunakan obat" yang dikenal dengan nama modulator epigenetik, tambahnya.


"Penelitian kami memungkinkan kami melakukan perawatan kepada orang yang kehilangan gen ini di tumor pankreas. Memungkinkan kami untuk menawarkan terapi bagi penderita prognosis buruk."


Tuveson mengatakan obat semacam ini telah dikembangkan, "tapi orang belum mengetahui kegunaannya.”


"Kami mengusulkan obat ini akan sangat berguna bagi pasien penyakit kanker pankreas."


Kanker pankreas membunuh sekitar 96 persen penderitanya dalam waktu lima tahun diagnosa, salah satu kanker dengan tingkat kesembuhan terendah.


Diganosa awal sangat sulit, jadi penyakit ini sangat sering diketahui saat kanker telah menyebar.(yg/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.