Tokyo (AFP/ANTARA) - Ketua Dana Moneter Internasional Christine Lagarde, Jumat, memuji "langkah signifikan" terbaru untuk mengatasi krisis zona euro tetapi memperingatkan bahwa "masih banyak yang harus dilakukan".
Selama pidato di Tokyo, Lagarde mengutip tindakan yang diambil setelah pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel pekan lalu dan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis untuk menurunkan suku bunga ke posisi terendah bersejarah sebagai bukti kemajuan.
Tetapi "dari perspektif IMF, kami percaya masih banyak yang harus dilakukan dalam upaya menyelesaikan (reformasi)".
"Ini juga pertanyaan tentang implementasi - implementasi gigih, teliti, mantap," katanya kepada sebuah simposium ekonomi di ibukota Jepang selama tur selama seminggu ke Asia.
Langkah stimulus dan bantuan darurat kepada Italia dan Spanyol yang bermasalah, yang para pemimpin Uni Eropa sepakati setelah pembicaraan Brussel, adalah "langkah signifikan dalam arah yang tepat untuk mengatasi krisis segera, yang membesarkan harapan", kata Lagarde.
Pada Kamis, bank sentral di Eropa dan China mengantar penurunan suku bunga dan stimulus dalam upaya untuk membantu kekuatan ekonomi global, hanya beberapa hari setelah IMF memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi AS.
IMF yang berbasis di Washington juga memperingatkan bahwa pemerintahan Obama bisa jadi mengiris defisit terlalu cepat untuk ekonomi yang lemah, yang disebut "fiscal cliff".
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada 2012 sebesar 2,0 persen, turun dari perkiraan April sebesar 2,1 persen untuk ekonomi terbesar di dunia.
Pada Kamis, Beijing memangkas suku bunganya untuk kedua kali dalam waktu kurang dari sebulan, mengejutkan pasar dan memicu kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Kemudian, Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah 0,75 persen, sementara bank sentral Inggris (Bank of England) mempertahankan suku bunganya tetapi mengumumkan stimulus tambahan 50 miliar pound (78 miliar dolar AS).
Lagarde akan berada di Jakarta pada 8-10 Juli, dan di Bangkok pada 11-12 Juli, dimana dia akan berpartisipasi dalam seminar yang diselenggarakan oleh IMF, Bank Sentral Thailand dan Bank Pembangunan Asia (ADB). (tp)

