Perang Lawan Geng Motor

IMF Takkan Siap Atasi Krisis Keuangan Global

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

  • Emas Jatuh karena Pernyataan Bernanke Bervariasi

    Antara

    Chicago (ANATARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke membuat pernyataan bervariasi di hadapan Kongres. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,2 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.367,4 dolar AS per ounce. Ketua Fed Bernanke dalam kesaksiannya kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada Rabu mengatakan bahwa "kebijakan pengetatan moneter prematur

Jakarta (ANTARA) - Dana Moneter Internasional (IMF) tidak mempunyai pemecahan masalah dalam menangani krisis ekonomi di dunia karena tidak mengenal karakteristik setiap negara yang telah diberikan bantuan.

"Selama ini, bantuan IMF tidak banyak berpengaruh terhadap negara-negara yang mengalami krisis keuangan. Negara yang menerima bantuan IMF menjadi terpuruk," kata pengamat ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahunan Indonesia (LIPI) Latief Adam di Jakarta, Rabu.

Latief menuturkan, untuk kawasan Asia perlu dibuat lembaga penyeimbang seperti bank untuk Uni Eropa. Lembaga tersebut akan memberikan masukan kepada negara yang mengalami krisis agar tidak terjadi kesalahan dalam menangani krisis.

"Pada saat terjadi krisis di Yunani, IMF tidak mampu memberikan solusi karena Bank Sentral Eropa telah memberikan bantuannya. IMF memakai cara liberalisasi ekonomi yang tidak cocok dengan Yunani termasuk dengan Indonesia pada saat krisis moneter beberapa tahun yang lalu," paparnya.

Negara-negara di Kawasan Asia diharapkan membuat lembaga penyeimbang seperti di Eropa. Di Asia perlu dibuat lembaga khusus menangani krisis keuangan.

"Di Asia, Jepang dan China merupakan negara yang bisa menjadi pelopor pendirian lembaga penyeimbang. Jika itu terealisasikan, maka IMF tidak akan melakukan tindakan yang salah," tuturnya.

Latief menambahkan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mendirikan lembaga penyeimbang. Dengan kinerja IMF yang terus menurun, negara di Kawasan Asia bisa memanfaatkan hal tersebut.

"Kebijakan IMF membawa dampak negative bagi beberapa negara yang menerima bantuan. Sudah saatnya Asia memanfaatkan kesalahan strategi IMF," tandasnya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat