Indahnya Berkah Ramadan Desainer Busana Muslim

Menjelang Hari Raya Lebaran dan ketika THR sudah di tangan, serentak hampir semua toko busana mulai sesak oleh pengunjung yang berbelanja. Inilah bulan yang paling dirindukan bagi mereka yang berbisnis busana muslim. Dari pedagang di pasar Tanah Abang, pemilik toko yang menjual eceran, gerai di department store. Bagaimana dengan para desainer busana muslim ?
Desainer Yasra (kanan) didampingi model saat pertunjukkan koleksi kebayanya. (Getty Images/Ulet Ifansasti)
Yasra adalah salah satu desainer busana muslim yang punya pengalaman menemukan cara terbaik meraup untung yang besar saat Ramadan tiba. Sederhana saja, sebelum bulan Ramadan tiba, tim Yasra sudah memasok terlebih dulu koleksi busana muslim untuk hari Raya ke seluruh butiknya, jadi di bulan itu penerimaan order khusus bisa maksimal.

 “Memasuki hari ke-10, order biasanya makin banyak,” tuturnya (1/8). Untuk menghadapi lonjakan pesanan busana muslim sekaligus menggenjot produksi agar bisa memenuhi target penjualan, Yasra mempekerjakan 30-an tenaga lepas.

Agar busananya bisa bersaing di pasaran, Prinsip Yasra untuk menciptakan desain sangat simpel. Selalu dahulukan keinginan konsumen sambil mengikuti tren yang populer. Cara ini dianggap paling cepat menjanjikan laba, dan membuat produknya menjadi salah satu yang punya daya kompetitif di pasar.

Tapi di lain pihak, Yasra tetap membuat produk best seller-nya, karena para pelanggan setia pasti akan mencari produk yang dimaksud. Tak heran bila pengunjung keempat butiknya yang terletak di Bendungan Hilir, Sogo Plaza Senayan, Sogo Pondok Indah Mall dan Metro Pondok Indah Mall adalah para pelanggan setia yang sudah mengetahui kualitas Yasra.

Selain itu, dia juga menyediakan busana siap pakai yang modelnya simpel tapi selalu dibutuhkan oleh semua orang. Yasra menyadari, selera konsumen busana muslim berbeda-beda baik soal model maupun warna. “Beberapa tahun belakangan kaftan mungkin melejit menjadi tren, tapi masih  banyak orang yang tetap mencari model baju kurung panjang yang simpel. Nah saya tetap menyediakan ini, karena permintaannya tetap banyak dan saya ingin pelanggan tetap berbelanja di Yasra untuk semua keperluannya.”

Selain tak ingin mengecewakan pelanggan setia yang sudah nyaman dengan desain dan kualitas produknya. Mengikuti tren adalah wajib, tapi tentu saja harus dengan tambahan sentuhan khasnya, yaitu memadukan bahan sifon dan brokat. Teknik memadukan dua bahan inilah yang membuat busana jadi terlihat lebih mewah. “Tanpa perlu banyak payet tapi sudah bagus. Brokat sendiri kesannya mewah karena banyak motif,” ujarnya.

 “Kalau dilihat kecenderungan pasar, mereka lebih suka warna terang. Apalagi baju muslim saya lebih ke perempuan dewasa atau ibu-ibu muda. Bagi yang warna pastel saya sediakan juga, meski warna terang tetap mendominasi,” tambah desainer yang mematok harga rancangannya berkisar  di atas Rp 1,5 juta itu.

Arus tren busana muslim yang saat ini digemari adalah model yang mewah. Biasanya berbentuk kaftan, atau gamis yang diberi hiasan payet dan bebatuan agar terlihat lebih glamor. Kebutuhan ini meningkat, karena kini banyak orang mengadakan acara berbuka puasa yang dilanjutkan dengan makan malam, dan juga halal bihalal yang diselenggarakan di jam makan malam. “Untuk salat, biasanya konsumen lebih suka busana putih dan itu kita sediakan juga,” ujarnya.

Untuk mengetahui tren, Yasra rajin berburu majalah luar negeri. “Jadi dalam mendesain tetap harus ikut tren masa kini. Tapi kita tetap melihat batasannya, karena tak semua tren bisa diaplikasikan ke busana  muslim. Misalnya, kita hanya ambil tren siluet tangan, atau aplikasinya atau hiasan pada bajunya,” ujarnya.

Agar identitas rancangan busana muslim karyanya tetap mencirikan gaya Label Yasra yang khas, ia menggabungkan setiap tren yang sedang digemari dengan bordiran atau motif ikat. “Aplikasi payetnya ada tapi tetap menonjolkan  nuansa tradisional,” kata perancang yang menggunakan produk tenun ATBM dari Sukabumi.

Bila inspirasi Yasra datang dari mencermati majalah luar negri, bagi  Dian Wahyu Utami, desainer busana muslim untuk label Dian Pelangi mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang tak terduga.
Dian Pelangi (kiri) berjalan di runway dengan seorang model. (Getty Images/Ulet Ifansasti)
Baginya, brand awareness adalah yang terpenting. Punya desain unik yang terlihat menonjol dari yang lain adalah tujuannya. Inilah yang membuat label Dian Pelangi menjadi salah satu yang dianggap sebagai must have item untuk dikenakan di Hari Raya oleh para wanita muslim kota besar yang stylish, termasuk selebritas. Di bulan Ramadan ini, Dian pun menikmati  laba melimpah atas order yang meningkat.

Lewat desain yang unik dan tidak pasaran, Dian berusaha menggapai segmen pasar yang menginginkan busana muslim eksklusif dengan kualitas yang memuaskan. “Harapan saya sangat sederhana. Saya ingin tanpa melihat label, orang sudah tahu itu adalah rancangan saya,” ujar wanita cantik yang baru saja meluncurkan buku tentang busana muslim berjudul "Hijab Street Style" ini.

Baca juga:

Ramadan, Pembuat Bedug Ketiban Rezeki
Pesanan Sarung Khas Tegal Laris Manis
Berkah Ramadan Bagi Perajin Peci
Permintaan Busana Muslim Naik 50 Persen
[GALERI] Yang Biasa Hadir di Bulan Ramadan

Memuat...

ARTIKEL LAIN

POLL

Apa jenis rasa kudapan yang Anda sukai saat berbuka?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat